
President FC Barcelona Joan Laporta. (Instagram/@culersgrasroot_)
JawaPos.com-Presiden FC Barcelona Joan Laporta mengemukakan pandangan mengenai etos yang membedakan klubnya dengan Real Madrid, rival abadi mereka, dalam forum Foros de Vanguardia.
Menurut dia, Real Madrid mewakili kekuasaan, sedangkan Barcelona menjunjung tinggi kebebasan. Pernyataan tersebut disampaikan Laporta saat menganalisis karakteristik dua klub raksasa sepak bola Spanyol.
Dia menjelaskan, perbedaan itu terlihat, salah satunya dari suasana di tribun kehormatan Stadion Santiago Bernabeu.
"Real Madrid mewakili kekuasaan. Saya tidak tahu apakah ada transaksi bisnis yang dilakukan di sana. Sementara di Barcelona, ceritanya lain, kami lebih mengutamakan demokrasi dan kebebasan," jelas Laporta, dikutip melalui laman Mundo Deportivo, Jumat (5/12).
Laporta juga dengan tegas menolak kemungkinan Barcelona mengikuti langkah Real Madrid untuk menjual persentase kepemilikan klub. Sebelumnya, Florentino Perez dalam Majelis Umum klub sempat mengemukakan opsi untuk menjual 5 persen saham klub.
"Di Barca, kami tidak mempertimbangkan hal seperti itu sama sekali. Sudah empat tahun saya mendengar bahwa kami akan berubah menjadi Perseroan Terbatas (SA). Kami menjadim bahwa Barcelona akan selalu menjadi milik para anggotanya (socios). Ini adalah nilai tambah yang kami miliki dan menghubungkan kami dengan komunitas," ujar Laporta.
Laporta menyebutkan, investor yang didapatkan Goldman Sachs untuk pembangunan stadion justru mengapresiasi status Barcelona yang bukan merupakan SA. Pihaknya telah menyusun struktur keuangan untuk memastikan tidak ada hipotek.
"Kami bahkan tidak berpikir ke arah (menjadi SA). Itu akan sangat merugikan kami karena merupakan bagian dari esensi kami. Ada pihak yang tidak melihat Barcelona secara utuh," tambah Joan Laporta.
Laporta juga menegaskan bahwa Barcelona adalah sebuah institusi, bukan sekadar perusahaan, dengan kode etik yang berbeda.
"Kami adalah institusi modern yang berkomitmen pada keberlanjutan, kesetaraan, dan keragaman. Kami adalah institusi Catalan yang terbuka untuk dunia. Semua ini membuat saya bertekad mempertahankan Barcelona agar selalu menjadi milik para anggotanya," ucap Joan Laporta.
"Saya dan rekan-rekan di dewan adalah satu-satunya penjamin hal ini. Klub-klub lain, seperti Bayern Munich, yang saya ajak bicara, selalu menghadapi masalah dengan anggota mereka," imbuh dia.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
