Cristiano Ronaldo berakhir dengan kartu merah saat melawan Irlandia. (X/@brfootball)
Aksi ini disampaikan Ronaldo saat konferensi pers jelang pertandingan di Aviva Stadium, Dublin, Irlandia.
Permintaan itu diutarakan dengan nada santai, tetapi tetap membuat para penggemar bertanya-tanya mengenai tujuan anehnya itu.
“Stadion akan mencemooh saya, saya sudah terbiasa,” ujar Ronaldo.
Ronaldo menambahkan bahwa cemoohan itu justru dapat mengurangi tekanan bagi rekan setimnya. Menurut sang kapten, dia sudah terbiasa menghadapi atmosfer penuh tekanan dan menganggap itu sebagai bagian dari pertandingan.
“Mungkin itu akan mengurangi tekanan untuk pemain lain. Yang paling saya inginkan ialah menikmati pertandingan,” lanjutnya.
Menurut laporan Daily Mail, Ronaldo mengenang pengalaman saat kedua tim terakhir kali bertemu di Irlandia pada 2021, ketika dirinya selalu dicemooh setiap kali menyentuh bola. Meskipun demikian, Ronaldo justru meresponsnya dengan santai dan sempat melontarkan candaan.
“Bagi saya, bermain di sini lagi adalah sebuah kesenangan. Saya bersumpah bahwa saya akan berusaha menjadi anak yang baik,” katanya.
Ronaldo juga menilai Irlandia kemungkinan akan tampil dengan gaya permainan serupa seperti laga di Lisbon, yaitu bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik.
“Saya rasa mereka tidak akan terlalu menyerang ke depan. Mereka akan menunggu kami, bertahan sangat rapat, dan bermain mengandalkan serangan balik. Saya pikir pertandingan akan serupa, tetapi kami sudah siap,” ujarnya.
Meskipun demikian, kenyataan di lapangan justru jauh dari kemenangan yang diharapkannya.
Hanya beberapa jam setelah menjanjikan akan menjadi anak baik, Ronaldo justru menerima kartu merah langsung pertamanya dalam 226 penampilan internasional akibat sikutan kepada Dara O’Shea pada menit ke-61.
Ronaldo juga sempat menepuk tangan secara sarkastik ke arah ribuan pendukung Irlandia yang bersorak saat dirinya diusir keluar lapangan dan diduga melontarkan ucapan “well done” ke arah bangku cadangan lawan sebagai bentuk ketidakpuasan.
Insiden itu menjadi titik balik yang berujung pada kekalahan mengejutkan Portugal 2-0 karena tidak dapat membalas gol-gol yang tercipta dari Troy Parrott pada menit ke-17 dan ke-45.
Hal itu sekaligus membuat sang kapten meninggalkan lapangan lebih cepat dan berpotensi absen pada laga pembuka Piala Dunia jika Portugal lolos ke Piala Dunia 2026.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
