
Barcelona Resmi Dipanggil ke Pengadilan dalam Skandal Negreira
JawaPos.com - Kasus Negreira belum berakhir, dan kini Barcelona kembali harus berurusan dengan pengadilan. Menurut laporan dari AS, hakim yang menangani kasus ini telah memanggil Barcelona secara resmi untuk hadir di sidang.
Pemanggilan itu terkait dugaan pembayaran kepada mantan wakil presiden Komite Teknis Wasit, Jose Maria Enriquez Negreira.
Selain klub, mantan presiden Joan Gaspart juga ikut dipanggil untuk memberikan kesaksian. Gaspart akan hadir langsung pada 6 Februari, sementara wakil presiden Barcelona, Elena Fort, akan mewakili klub dalam sidang pada 27 Januari.
Diminta Serahkan Bukti dan Dokumen Asli
Pengadilan meminta Barcelona menyerahkan kontrak asli yang mereka miliki dengan dua perusahaan milik Negreira—Dasnil 95 SL dan Nilsad SCP—yang menerima pembayaran untuk laporan wasit antara 2001 dan 2014.
Selain itu, klub juga diminta untuk mengidentifikasi siapa saja teknisi atau staf yang terlibat dalam pembuatan laporan tersebut.
Mereka juga harus menyerahkan foto, video, atau dokumen asli sebagai bukti bahwa pembayaran itu memang untuk laporan teknis, bukan hal lain. Pengadilan ingin memastikan hubungan antara Barcelona dan perusahaan Negreira benar-benar transparan.
Tiga nama besar juga dijadwalkan hadir di pengadilan pada 12 Desember, yaitu Joan Laporta, Ernesto Valverde, dan Luis Enrique. Ketiganya akan memberikan keterangan mengenai hubungan klub dengan Negreira selama mereka menjabat.
Baca Juga: Jude Bellingham Balas Sindiran Lamine Yamal dengan Elegan Usai Real Madrid Kalahkan Barcelona
Walau Laporta dan klub sudah dibebaskan dari tuduhan suap, pemanggilan terbaru ini tetap menjadi kabar yang kurang menyenangkan bagi Blaugrana. Situasi ini menandakan kasus tersebut belum benar-benar berakhir.
Meski begitu, ada sedikit alasan untuk optimis. Sidang sebelumnya yang melibatkan Sandro Rosell dan Josep Maria Bartomeu berjalan cukup baik, dengan keduanya menegaskan bahwa semua gelar Barcelona didapat atas prestasi sendiri.
Barcelona kini berharap proses hukum ini bisa segera tuntas, agar klub bisa fokus kembali ke lapangan dan menutup bab kelam dalam sejarah mereka.
