
Asisten pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor pada pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga Grup C di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (5/6/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Mantan asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Pastoor buka-bukaan mengenai keputusan yang diambil oleh PSSI. Ia menyebut Alexander Zwiers sebagai Direktur Teknik dan Jordi Cruyff selaku Penasihat Teknis Garuda ikut angkat kaki.
Gerbong kepelatihan Timnas Indonesia telah resmi mengakhiri kebersamaannya lebih cepat. Mereka pergi setelah sepakat berpisah dengan PSSI.
Perpisahan Patrick Kluivert dan kolega sebagai tim pelatih Timnas Indonesia dilakukan menyusul kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Langkah Garuda terhenti di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Dalam babak yang berlangsung di Jeddah, Arab Saudi, Timnas Indonesia menelan dua kekalahan beruntun di grup B. Masing-masing dari tuan rumah Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1). Mimpi ke Piala Dunia 2026 pun pupus seketika.
Alex Pastoor mengaku tak begitu terkejut dengan keputusan ini. Menurutnya hal yang lumrah bagi setiap pelatih dipecat atau berpisah setelah gagal dalam satu momen. Hanya saja, Pastoor mengira proyek PSSI untuk jangka panjang, bukan sebatas sampai lolos Piala Dunia 2026.
"Saya pikir mereka sedang mengerjakan proyek yang akan berlangsung lebih lama dari sekadar mencoba mencapai Piala Dunia," kata Pastoor dipetik dari media Belanda, vi.nl, Selasa (21/10).
"Jika sentimen berubah menjadi sangat negatif, Anda juga harus bertanya-tanya seperti apa atmosfer yang akan Anda hadapi. Kami tidak tahu itu, tetapi mereka berkonsultasi beberapa hari setelah kembali dari Jeddah dan memutuskan bahwa di sinilah semuanya berakhir," tambahnya.
Menurut Pastoor, ada tiga kesepakatan yang terjalin antara tim kepelatihan Patrick Kluivert dengan PSSI pada awal kerja sama dilakukan. Semuanya berisikan mengenai masa depan Timnas Indonesia.
"Seperti yang saya pahami, kesepakatan itu ada tiga hal. Akan sangat bagus jika bisa lolos ke Piala Dunia, tetapi sebagai tim peringkat 119 dunia, itu bukan sesuatu yang mudah atau logis," kata Alex Pastoor.
"Kedua Gerald Vanenburg dan Frank van Kempen akan mencoba dengan cepat merekrut pemain lokal untuk tim U-23 dan U-20," imbuh dia.
Nah kesepakatan yang ketiga adalah PSSI ingin gerbong Belanda dapat memunculkan potensi pemain usia muda untuk jangka panjang. Hal itu bahkan didukung dengan kedatangan Jordi Cruyff dan Alexander Zwiers.
Tapi ternyata, Alex Pastoor mengatakan bahwa Jordi Cruyff yang merupakan Penasihat Teknis Timnas Indonesia dan Alex Zwiers sebagai Direktur Teknik PSSI, ikut didepak setelah Timnas Indonesia gagal ke Piala Dunia 2026.
"Dalam jangka panjang, mendatangkan lebih banyak pemain yang kompetitif untuk level ini di negara berpenduduk 280 juta jiwa," terang dia.
"Jordi Cruyff ditunjuk sebagai penasihat dan Alexander Zwiers sebagai direktur teknis. Sekarang semua orang sudah disingkirkan," imbuh Pastoor.
Pernyataan ini cukup mengejutkan. Sebab PSSI dalam keterangan resmi sebelumnya hanya menyebut tim kepelatihan Timnas Indonesia yang kontraknya berakhir lebih cepat.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
