
Botafogo hadapi gugatan FIFA terkait transfer Thiago Almada. (Vitor Silva/BFR).
JawaPos.com - Setelah sukses menjuarai Copa Libertadores, klub milik pengusaha Amerika Serikat John Textor, Botafogo, harus menghadapi gugatan hukum senilai ratusan miliar rupiah di pengadilan olahraga internasional.
Sengketa ini muncul akibat tunggakan pembayaran transfer pemain Argentina, Thiago Almada.
Dilansir dari AP News (16/10), Botafogo resmi menjalani sidang di Court of Arbitration for Sport (CAS), Lausanne, Swiss, terkait sengketa dengan FIFA dan Atlanta United.
Kasus bermula dari kewajiban pembayaran transfer Thiago Almada senilai 21 juta dolar AS atau sekitar Rp 347,6 miliar yang belum dilunasi oleh klub asal Rio de Janeiro itu.
Menurut dokumen FIFA, Botafogo telah menandatangani kesepakatan untuk membayar dalam beberapa tahap dengan dua cicilan pertama sebesar 3 juta dolar AS (sekitar Rp 49,6 miliar) masing-masing jatuh tempo pada Juli dan September 2023.
Namun, kedua pembayaran itu tidak dilakukan. Atlanta United melalui Major League Soccer (MLS), kemudian melayangkan surat peringatan resmi kepada Botafogo.
Dalam keputusannya, FIFA menjatuhkan sanksi berupa denda 150 ribu dolar AS (sekitar Rp 2,48 miliar) dan biaya hukum 25 ribu dolar AS (sekitar Rp 413 juta) kepada Botafogo.
Selain itu, klub diberikan batas waktu 45 hari untuk melunasi tunggakan atau terancam larangan mendaftarkan pemain baru. FIFA juga menilai pelanggaran ini sebagai pengulangan kesalahan, sehingga dianggap sebagai pelanggaran yang diperberat.
Sementara itu, pemilik Botafogo, John Textor, diketahui juga memiliki saham di klub Lyon (Prancis) dan Crystal Palace (Inggris). Thiago Almada sendiri sempat membantu Botafogo menjuarai Copa Libertadores 2024 sebelum dipinjamkan ke Lyon pada Januari lalu.
Transfer itu kembali menimbulkan perhatian karena beberapa klub milik Textor berada dalam pengawasan aturan integritas UEFA terkait kepemilikan ganda.
Sidang banding Botafogo di CAS telah berlangsung, tetapi hingga saat ini belum ada putusan akhir dari pengadilan. Keputusan CAS nantinya akan menjadi penentu masa depan klub raksasa asal Brasil itu di kancah sepak bola internasional.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
