
FIFA perkenalkan kartu hijau di Piala Dunia U-20. (FIFA/Getty Images).
JawaPos.com - FIFA kembali menghadirkan terobosan unik terkait peraturan sepak bola. Setelah puluhan tahun hanya mengenal kartu merah dan kuning, saat ini muncul kartu hijau yang sedang diuji coba FIFA di ajang Piala Dunia U-20 2025.
Eksperimen ini langsung memicu perhatian publik setelah digunakan dalam laga Maroko melawan Spanyol pada Senin (29/9).
Dilansir dari Daily Mail (3/10), FIFA resmi menguji coba kartu hijau (green card) pada Piala Dunia U-20 yang berlangsung di Chile. Kartu ini berbeda dari kartu kuning dan merah yang sudah dikenal sejak Piala Dunia 1970.
Tujuan utama kartu hijau ialah memberi pelatih kepala kesempatan untuk menentang keputusan wasit dan meminta tinjauan ulang melalui VAR atau Football Video Support (FVS). Setiap pelatih hanya mendapat batas maksimal dua kali banding per pertandingan.
Cara kerjanya cukup sederhana, ketika pelatih merasa ada keputusan yang keliru, pelatih dapat mengangkat kartu hijau ke arah wasit. Selanjutnya, wasit wajib meninjau ulang insiden melalui monitor pinggir lapangan, lalu menentukan apakah keputusan dipertahankan atau dibatalkan.
Contoh pertama penggunaan kartu hijau terjadi pada laga Maroko menghadapi Spanyol di Stadion Nasional Julio Martinez Pradanos, Chili. Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi menantang keputusan penalti yang diberikan wasit untuk Spanyol.
Setelah melihat tayangan ulang, wasit memutuskan membatalkan penalti karena terjadi diving, bahkan memberi kartu kuning kepada pemain Spanyol. Keputusan itu terbukti krusial karena Maroko akhirnya menang dengan skor 2-0.
Menurut FIFA, sistem ini diharapkan dapat meningkatkan keadilan pertandingan sekaligus mengurangi jumlah kontroversi yang kerap muncul akibat keputusan wasit.
Terobosan ini juga terinspirasi dari olahraga lain seperti tenis, basket, kriket, hingga American football yang sudah lama menerapkan mekanisme serupa.
Menariknya, inovasi serupa sebenarnya pernah dilakukan sebelumnya. Pada Januari 2023, Portugal memperkenalkan kartu putih dalam pertandingan sepak bola wanita. Namun, kartu itu lebih bersifat simbolis untuk mengapresiasi aksi fair play dan tidak berlanjut ke level internasional.
FIFA masih terus melakukan uji coba untuk menilai efektivitas kartu dan belum dapat dipastikan apakah kartu hijau akan menjadi bagian permanen dalam aturan sepak bola dunia.
Namun, insiden di laga Maroko vs Spanyol menunjukkan bahwa inovasi ini mampu mengubah jalannya pertandingan secara signifikan.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
