Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 04.31 WIB

Debut Kartu Hijau di Piala Dunia U-20: FIFA Beri Hak Banding Pelatih atas Putusan Wasit, Spanyol Jadi Korban Pertama

FIFA perkenalkan kartu hijau di Piala Dunia U-20. (FIFA/Getty Images). - Image

FIFA perkenalkan kartu hijau di Piala Dunia U-20. (FIFA/Getty Images).

JawaPos.com - FIFA kembali menghadirkan terobosan unik terkait peraturan sepak bola. Setelah puluhan tahun hanya mengenal kartu merah dan kuning, saat ini muncul kartu hijau yang sedang diuji coba FIFA di ajang Piala Dunia U-20 2025.

Eksperimen ini langsung memicu perhatian publik setelah digunakan dalam laga Maroko melawan Spanyol pada Senin (29/9).

Dilansir dari Daily Mail (3/10), FIFA resmi menguji coba kartu hijau (green card) pada Piala Dunia U-20 yang berlangsung di Chile. Kartu ini berbeda dari kartu kuning dan merah yang sudah dikenal sejak Piala Dunia 1970.

Tujuan utama kartu hijau ialah memberi pelatih kepala kesempatan untuk menentang keputusan wasit dan meminta tinjauan ulang melalui VAR atau Football Video Support (FVS). Setiap pelatih hanya mendapat batas maksimal dua kali banding per pertandingan.

Cara kerjanya cukup sederhana, ketika pelatih merasa ada keputusan yang keliru, pelatih dapat mengangkat kartu hijau ke arah wasit. Selanjutnya, wasit wajib meninjau ulang insiden melalui monitor pinggir lapangan, lalu menentukan apakah keputusan dipertahankan atau dibatalkan.

Contoh pertama penggunaan kartu hijau terjadi pada laga Maroko menghadapi Spanyol di Stadion Nasional Julio Martinez Pradanos, Chili. Pelatih Maroko Mohamed Ouahbi menantang keputusan penalti yang diberikan wasit untuk Spanyol.

Setelah melihat tayangan ulang, wasit memutuskan membatalkan penalti karena terjadi diving, bahkan memberi kartu kuning kepada pemain Spanyol. Keputusan itu terbukti krusial karena Maroko akhirnya menang dengan skor 2-0.

Menurut FIFA, sistem ini diharapkan dapat meningkatkan keadilan pertandingan sekaligus mengurangi jumlah kontroversi yang kerap muncul akibat keputusan wasit.

Terobosan ini juga terinspirasi dari olahraga lain seperti tenis, basket, kriket, hingga American football yang sudah lama menerapkan mekanisme serupa.

Menariknya, inovasi serupa sebenarnya pernah dilakukan sebelumnya. Pada Januari 2023, Portugal memperkenalkan kartu putih dalam pertandingan sepak bola wanita. Namun, kartu itu lebih bersifat simbolis untuk mengapresiasi aksi fair play dan tidak berlanjut ke level internasional.

FIFA masih terus melakukan uji coba untuk menilai efektivitas kartu dan belum dapat dipastikan apakah kartu hijau akan menjadi bagian permanen dalam aturan sepak bola dunia.

Namun, insiden di laga Maroko vs Spanyol menunjukkan bahwa inovasi ini mampu mengubah jalannya pertandingan secara signifikan.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore