Skuad Mohun Bagan SC. (Instagram @mohunbagansc)
JawaPos.com - Kontroversi kembali mewarnai panggung sepak bola Asia. Kali ini klub raksasa asal India, Mohun Bagan, resmi didiskualifikasi dari AFC Champions League II 2025 setelah memutuskan menolak bertandang ke Iran untuk menghadapi Sepahan di Stadion Nagsh E Jahan, Selasa (30/9/2025).
Keputusan ini diambil langsung oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) setelah Mohun Bagan menegaskan tidak akan melakukan perjalanan ke Iran. Alasan utama penolakan tersebut disebut karena faktor keamanan.
Selain didiskualifikasi, AFC menjatuhkan sanksi tambahan berupa denda sebesar USD 50 ribu.
Tak berhenti sampai di situ, klub asal Kolkata itu juga terancam hukuman larangan tampil di kompetisi Asia selama 1 hingga 2 tahun ke depan.
Ini bukan pertama kalinya Mohun Bagan bermasalah dengan pertandingan yang dilangsungkan di Iran.
Musim lalu, mereka juga terkena diskualifikasi dari ajang yang sama setelah menolak bertanding melawan Tractor SC di Teheran. Situasi ini membuat reputasi mereka semakin dipertanyakan di kancah internasional.
Sebelum mendapat sanksi didiskualifikasi, Mohun Bagan sudah menjalani satu pertandingan di fase grup AFC Champions League II.
Bermain berstatus sebagai tuan rumah pada Selasa (16/9/2025), mereka harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari klub asal Turkmenistan, Ahal FK.
Hasil itu menambah catatan negatif tim asal India. Mohun Bagan sebenarnya diharapkan bisa bersaing lebih jauh di kompetisi kasta kedua antar klub Asia tersebut.
Langkah Mohun Bagan yang kembali menolak bermain di Iran langsung menuai gelombang kritik di media sosial. Akun Instagram @liga_dagelan membagikan kabar tersebut, dan warganet pun ramai-ramai melontarkan komentar.
Seorang pengguna dengan nama akun @muhamad_ridwan1818 menulis, “Pantes ranking liga India turun terus, masalah politik dibawa-bawa di sepakbola mulu.”
Ada pula komentar yang menyinggung isu berbeda, yakni dugaan penggunaan pemain naturalisasi ilegal oleh klub asal Malaysia, Johor Darul Ta’zim (JDT). Akun @uda_ricky26 menuliskan, “Gimana nasib JDT setelah ketahuan pake pemain ilegal, apakah semua pertandingan JDT yang melibatkan pemain ilegal itu akan dianggap kalah WO?”
Meski isu JDT tidak terkait langsung dengan kasus Mohun Bagan, komentar itu menunjukkan bagaimana warganet Asia kerap mengaitkan berbagai kontroversi di sepak bola regional.
Diskualifikasi berulang ini tentu menjadi pukulan telak bagi sepak bola India. Mohun Bagan, yang dikenal sebagai salah satu klub tertua dan paling bersejarah di negara tersebut, kini harus menghadapi krisis kepercayaan dari para penggemar.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
