Pelatih Liverpool, Arne Slot (Instagram @liverpoolfc)
JawaPos.com - Pelatih Liverpool, Arne Slot, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya terhadap kartu merah yang diterima Hugo Ekitike pada laga terakhir timnya.
Ia menilai momen itu seharusnya sama sekali tidak perlu terjadi, apalagi striker muda tersebut sedang dalam performa yang menjanjikan sejak bergabung.
Dengan nada tegas, Slot menggambarkan keputusan Ekitike di lapangan sebagai sesuatu yang "tidak perlu dan bodoh." Insiden bermula ketika Ekitike menerima kartu kuning pertamanya karena membuang bola.
Situasi kemudian semakin rumit ketika ia melakukan selebrasi berlebihan setelah mencetak gol, sehingga wasit mengeluarkan kartu kuning kedua yang otomatis berbuah kartu merah.
Akibatnya, ia harus menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan, yang membuatnya absen dalam laga Liga Premier berikutnya di Selhurst Park.
Padahal, sejak awal musim, Ekitike sudah mencetak tiga gol dari lima pertandingan perdananya di Liga Inggris—sebuah catatan yang cukup impresif untuk seorang penyerang anyar.
Slot menegaskan bahwa semua itu sebenarnya bisa dihindari. Bagi sang pelatih, kehilangan pemain kunci hanya karena emosi sesaat jelas merugikan tim.
Setelah memastikan Liverpool lolos ke babak keempat Carabao Cup, ia tak ragu melontarkan kritik keras.
"Itu tidak perlu, ya. Dan itu bodoh, ya," ujarnya kepada para wartawan.
Slot kemudian menguraikan pandangannya lebih jauh.
"Yang pertama sudah tidak perlu dan, sampai batas tertentu, bodoh karena Anda harus mengendalikan emosi. Saya tahu betapa sulitnya jika Anda bermain di Liga Premier, atau liga mana pun di dunia, jika Anda seorang pemain nomor 9, karena bek dapat melakukan hampir semua yang dia inginkan, tetapi jika Anda mendorongnya sedikit, Anda akan mendapatkan tendangan bebas," ungkapnya.
"Namun, yang terbaik adalah mengendalikan emosi Anda, dan jika tidak bisa, lakukan dengan cara yang tidak berujung pada kartu kuning."
Komentar itu jelas mencerminkan kekecewaan Slot, namun sekaligus menjadi pesan pembelajaran bagi pemain muda sekelas Ekitike. Ia bahkan mengingat pengalaman pribadinya saat masih aktif bermain.
"Saya rasa saya pernah berkata ketika saya mendapat kartu merah melawan Everton, itu selalu bodoh karena Anda bisa menunjukkan emosi Anda, tetapi jika itu berujung pada kartu kuning atau merah, maka itu bodoh. Itulah yang terjadi dengan kartu kuning pertama."
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
