
Pelatih Juventus Igor Tudor. (juventus.com)
JawaPos.com-Klub raksasa Italia Juventus berada pada performa terbaik. Dalam 4 laga yang telah dijalankan, si Nyonya Tua meraih 3 kemenangan beruntun di Serie A serta 1 hasil imbang di ajang Liga Champions kala menghadapi wakil dari Bundesliga, Borussia Dortmund.
Pada pekan pertama Serie A, Juventus berhasil mengalahkan Parma dengan skor 2-0. Laga selanjutnya, bermain di markas Genoa, Juventus kembali meraih hasil positif dengan memastikan kemenangan melalui gol dari Dusan Vlahovic dan membawa pulang 3 poin.
Mengawali musim baru dengan meraih 2 kemenangan secara beruntun serta clean sheet menjadi modal berharga bagi Juventus untuk menghadapi runner-up Champions League musim 24/25, Inter Milan.
Laga seru tersaji selama 90 menit di Allianz Stadium dengan total 7 gol tercipta untuk kedua tim. Saling berbalas gol antara kedua tim menjadi pertunjukan utama dalam pertandingan ini.
Dimulai dari I Bianconeri yang berhasil unggul terlebih dahulu melalui Lioyd Kelly, kemudian I Nerazzurri membalas melalui sepakan Hakan Calhanoglu. Juventus kembali unggul melalui sepakan pemain muda bertalenta, Kenan Yildiz, dan Inter kembali membalas lewat Hakan Calhanoglu.
Inter Milan berhasil melakukan remontada ketika sundulan Marcus Thuram berhasil bersarang ke gawang Di Gregorio. Tidak ingin kalah di hadapan pendukungnya sendiri, Juventus tampil menyerang.
Hasilnya, keberuntungan berpihak kepada Juventus. Si Nyonya Tua berhasil mencetak gol penyama kedudukan melalui Khéphren Thuram-Ulien. Dan melakukan comeback pada masa perpanjangan waktu melalui gol dari Vasilije Adzic, memastikan kemenangan untuk Juventus dengan skor 4-3 atas Inter Milan.
Performa gemilang tersebut masih berlanjut pada Rabu (17/9) malam menghadapi Dortmund di ajang Liga Champions. I Bianconeri tampil bagaikan prajurit yang tidak kenal menyerah, meskipun sempat tertinggal 2-4 dari Dortmund. Menjelang waktu normal usai, Juventus berhasil mencetak 2 gol di masa injury time, sehingga pertandingan berakhir dengan skor 4-4.
Performa apik Juventus jelas tidak lepas dari tangan dingin Igor Tudor. Setelah pelatih berusia 47 tahun tersebut ditunjuk sebagai pelatih kepala Juventus menggantikan Thiago Motta yang dipecat, performa Juventus semakin membaik.
Berkat arahan yang diberikannya, Juventus berhasil finish di posisi ke-4 klasemen akhir Serie A musim 24/25 dan memastikan tiket Liga Champions. Dari 16 laga yang telah dijalankan bersama Juventus, pelatih berkebangsaan Kroasia tersebut berhasil meraih 10 kemenangan, 3 hasil imbang, dan 3 kekalahan.
Dengan kembalinya performa Juventus, ini menjadi tanda bahaya bagi seluruh tim Serie A, khususnya para tim kandidat juara. Bukan tidak mungkin jika performa ini terus berlanjut, si Nyonya Tua dapat menjadi kandidat serius pemenang scudetto Serie A musim ini.
Juventus terakhir kali menjadi juara pada musim 19/20, yang berarti sudah 5 musim Juventus belum pernah kembali meraih gelar scudetto Italia.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
