
Mikel Arteta. (Dok. Arsenal)
JawaPos.com-Mikel Arteta menegaskan tekadnya untuk mengakhiri rangkaian kegagalan Arsenal di Liga Champions. Selama ini tim London itu berakhir dengan status hampir menang.
Sang manajer menyebut pengalaman tersingkir di semifinal musim lalu sebagai sesuatu yang menyakitkan. Menurut dia, tim sudah menunjukkan kualitas untuk bersaing di level tertinggi, namun berbagai faktor kecil membuat mereka gagal melangkah lebih jauh.
Arteta menjelaskan bahwa pada periode krusial musim lalu, Arsenal kerap kehilangan banyak pemain kunci karena cedera. Dalam beberapa momen penting, skuad hanya memiliki delapan hingga sembilan pemain inti yang tersedia di sesi latihan.
Bahkan terkadang hanya 13 pemain yang siap untuk pertandingan besar. Situasi tersebut memperlihatkan betapa tipisnya margin kesalahan di kompetisi seperti Liga Champions, di mana detail kecil bisa menjadi penentu nasib.
"Bahwa kami cukup bagus dan bisa bersaing melawan lawan mana pun. Kemudian, dua atau tiga hal harus berpihak kepada Anda. Anda membutuhkan skuad lengkap di saat-saat penting. Batasan-batasan sangat tipis," papar Arteta.
"Kami berlatih dengan delapan atau sembilan pemain kunci dan bertanding dengan 13. Ini sangat sulit, tetapi kami memberikan diri kami sendiri kesempatan luar biasa dan kami sangat tidak beruntung tidak bisa lolos," ujar Arteta dikutip melalui laman The Guardian, Selasa (16/9).
"Tetapi tidak sesederhana itu. Kami sangat bersemangat dan ingin tampil lebih baik. Ada niat yang sangat jelas dari kami untuk menjadi lebih baik setiap hari, itu adalah awal dan akhir (tujuan kami)," imbuh dia.
"Kami memiliki pemahaman bahwa kami dapat bersaing melawan semua orang. Kami telah mengeluarkan uang, tetapi sama seperti yang telah dilakukan dan terus dilakukan tim-tim lain dan mereka telah memenangkannya," lanjut dia.
"Menjuarai kompetisi adalah tujuan di awal, tetapi kami tahu ini adalah perjalanan panjang dan batasannya sangat tipis. Klub-klub besar mencoba tujuh, delapan, sembilan kali dan hanya menang dua. Hanya akan ada satu pemenang dan Anda lebih sering kalah daripada menang," tutur Arteta.
Untuk menghadapi musim baru, Arsenal melakukan langkah serius di bursa transfer dengan memperkuat kedalaman skuad. Arteta menegaskan bahwa setiap keputusan di klub kini diarahkan pada satu standar tinggi, yaitu ambisi untuk menjadi juara Liga Champions.
Dia menilai tekanan yang menyertai misi besar itu bukan sebagai beban, melainkan bagian dari tantangan yang harus dihadapi bersama. Namun, masalah cedera belum sepenuhnya teratasi.
Bukayo Saka mengalami cedera hamstring, sementara Martin Odegaard dipastikan absen pada laga pembuka karena cedera bahu. Kondisi tersebut kembali mengingatkan Arsenal akan pentingnya kedalaman tim di tengah jadwal padat dan ekspektasi tinggi dari para pendukung.
Meski demikian, Arteta menekankan bahwa tujuan Arsenal musim ini sangat jelas, mengubah sejarah klub di Liga Champions. Setelah bertahun-tahun mendekati pencapaian besar tanpa hasil akhir yang diinginkan, Arteta berharap timnya mampu melampaui batasan sebelumnya dan benar-benar membawa pulang trofi paling bergengsi di Eropa.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
