
Erik Ten Hag mendampingi Noussair Mazraoui tanda tangan kontrak bersama Manchester United. (Dok. Manchester United)
JawaPos.com–Bek Manchester United, Noussair Mazraoui, mengakui bahwa dia merasa bertanggung jawab atas pemecatan Erik ten Hag dari Manchester United pada akhir Oktober 2024. Pemain internasional Maroko itu merasa gagal tampil gemilang.
Mazraoui bergabung dengan United dua bulan sebelum Ten Hag dipecat. Bek sayap serba bisa ini direkrut dengan harga EUR 15 juta dari Bayern Munchen satu paket dengan Matthijs de Ligt atas rekomendasi dari pelatih Belanda berusia 55 tahun itu.
Jadi, Ten Hag telah berjasa kepada Mazraoui untuk membawanya ke Old Trafford yang bertahan hingga musim 2025/2026 ini. Keduanya sempat bekerja sama di Ajax Amsterdam sebelum namanya dikenal di seluruh Eropa.
Ten Hag juga yang memberi kesempatan Mazraoui tampil di skuad senior Ajax pada 2018 silam, saat pemain kelahiran Liederdrop itu masih berusia 20 tahun. Pada 2022 keduanya sama-sama meninggalkan Amsterdam Arena.
Setelah dua musim yang dipenuhi saat membela Bayern, Mazraoui akhirnya dipertemukan kembali dengan pelatih favoritnya di Old Trafford. Tetapi kondisinya tak lagi sama saat Ten Hag terancam dipecat di saat Mazraoui belum menunjukkan performa terbaiknya.
Mengutip wawancara The National, bek sayap yang kini berusia 27 tahun ini mengaku merasa bahwa dia berkontribusi negatif atas pemecatan juru taktik kelahiran Haaksbergen tersebut.
"Dia (Ten Hag) juga salah satu alasan saya datang ke klub (Manchester United). Kita (Pesepak bola) datang ke klub (baru) bukan hanya untuk klub itu sendiri, tetapi juga (ada alasan) untuk manajernya,” buka Mazraoui.
“Saya pernah bekerja dengannya selama beberapa tahun yang baik di Ajax, jadi itu juga salah satu alasan saya datang ke sini (ke Manchester). Lalu, jika dia pergi setelah dua atau tiga bulan, itu tidak menyenangkan, karena saya juga merasa bertanggung jawab atas hal (pemecatan) itu," beber dia.
“Karena jika para pemain tampil baik (di lapangan), sang manajer akan tetap bertahan, (sebenarnya) sesederhana itu,” tambah dia.
Mazraoui hanya mencicipi 13 pertandingan di bawah arahan Ten Hag hanya meraih empat kemenangan. Salah satunya di Piala Carabao melawan Barnsley.
Ironisnya, pukulan terakhir bagi sang pelatih datang di pertandingan yang tidak seharusnya mereka kalah. Laga itu terjadi saat United melawan West Ham di Stadion Olimpiade London dengan skor 2–1.
Gol penalti Jarrod Bowen di masa tambahan waktu, menghukum Ten Hag yang dua hari setelah kekalahan di kandang The Hammers itu harus angkat koper dari Inggris.
Kini Mazrauoi bekerja sama dengan Ruben Amorim di Old Trafford yang dikagumi bek timnas Maroko tersebut. Sebab, cara berpikir pelatih 40 tahun asal Portugal ini membuatnya nyaman untuk bekerja sama.
"Manajer dan pribadi yang hebat. Saya sangat senang bekerja dengannya. Saya menyukai cara berpikirnya, cara mengelola tim, dan cara bicaranya. Dia manajer dengan banyak nilai. Jadi, ya, kerja samanya sangat baik," puji pemain 27 tahun itu untuk Amorim.

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Jude Bellingham dan Harry Kane Cadangan! Ini Susunan Pemain Prancis vs Inggris di Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026
