Skuad Tim Belanda dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa kontra Polandia. (Instagram @ddumfries2)
JawaPos.com – Timnas Belanda harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang Polandia dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.
Hasil ini membuat Belanda gagal meraih kemenangan ketiga beruntun di Grup G.
Berikut 4 hal yang perlu dievaluasi dari kegagalan Belanda dalam pertandingan kontra Polandia pada kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, seperti dilansir dari laman Bein Sports pada (5/9).
Belanda menciptakan sejumlah peluang emas sejak babak pertama, termasuk tendangan Tijjani Reijnders yang membentur tiang. Cody Gakpo juga hampir mencetak gol, namun penyelesaian yang kurang tajam membuat peluang terbuang.
Sundulan Denzel Dumfries memang membawa keunggulan, tetapi tambahan gol tidak pernah datang. Minimnya efektivitas serangan menjadi salah satu faktor utama kegagalan Belanda. Evaluasi penyelesaian akhir menjadi prioritas agar tidak mengulang hasil serupa.
Belanda tampak menguasai jalannya pertandingan, namun rapuh dalam menjaga konsentrasi di menit-menit krusial. Kesalahan dalam mengantisipasi pergerakan membuat Matty Cash mampu leluasa melepaskan tembakan keras di menit ke-80.
Gol tersebut terjadi saat lini pertahanan Belanda gagal menutup ruang di kotak penalti. VAR sempat memeriksa potensi offside, namun gol tetap sah. Hal ini menunjukkan lemahnya koordinasi lini belakang yang perlu segera diperbaiki.
Delapan dari sebelas starter Belanda berkarier di Liga Primer Inggris. Meski secara kualitas hal itu menunjukkan kedalaman skuad, performa mereka tidak konsisten di level internasional.
Beberapa bintang seperti Virgil van Dijk dan Xavi Simons tidak mampu menampilkan permainan terbaik. Ketergantungan yang besar pada satu kompetisi domestik justru membuat variasi permainan terbatas. Evaluasi diperlukan agar komposisi pemain lebih seimbang dan tidak monoton.
Ronald Koeman menurunkan skuad dengan strategi menyerang sejak awal. Namun, setelah unggul, Belanda gagal menjaga intensitas permainan dan membiarkan Polandia kembali bangkit.
Pergantian pemain juga tidak memberikan dampak signifikan. Strategi yang kurang fleksibel membuat Belanda kehilangan kontrol di babak kedua. Koeman perlu meninjau ulang pendekatan taktisnya agar tim lebih solid menghadapi lawan yang tangguh.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
