Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 September 2025 | 17.27 WIB

4 Evaluasi Utama Kegagalan Belanda Menang atas Polandia Pada Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa

Skuad Tim Belanda dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa kontra Polandia. (Instagram @ddumfries2)

JawaPos.com – Timnas Belanda harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang Polandia dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.

Hasil ini membuat Belanda gagal meraih kemenangan ketiga beruntun di Grup G.

Berikut 4 hal yang perlu dievaluasi dari kegagalan Belanda dalam pertandingan kontra Polandia pada kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa, seperti dilansir dari laman Bein Sports pada (5/9).

  1. Penyelesaian Akhir yang Tumpul

Belanda menciptakan sejumlah peluang emas sejak babak pertama, termasuk tendangan Tijjani Reijnders yang membentur tiang. Cody Gakpo juga hampir mencetak gol, namun penyelesaian yang kurang tajam membuat peluang terbuang.

Sundulan Denzel Dumfries memang membawa keunggulan, tetapi tambahan gol tidak pernah datang. Minimnya efektivitas serangan menjadi salah satu faktor utama kegagalan Belanda. Evaluasi penyelesaian akhir menjadi prioritas agar tidak mengulang hasil serupa.

  1. Kerapuhan Pertahanan di Menit Akhir

Belanda tampak menguasai jalannya pertandingan, namun rapuh dalam menjaga konsentrasi di menit-menit krusial. Kesalahan dalam mengantisipasi pergerakan membuat Matty Cash mampu leluasa melepaskan tembakan keras di menit ke-80.

Gol tersebut terjadi saat lini pertahanan Belanda gagal menutup ruang di kotak penalti. VAR sempat memeriksa potensi offside, namun gol tetap sah. Hal ini menunjukkan lemahnya koordinasi lini belakang yang perlu segera diperbaiki.

  1. Ketergantungan pada Pemain Liga Inggris

Delapan dari sebelas starter Belanda berkarier di Liga Primer Inggris. Meski secara kualitas hal itu menunjukkan kedalaman skuad, performa mereka tidak konsisten di level internasional.

Beberapa bintang seperti Virgil van Dijk dan Xavi Simons tidak mampu menampilkan permainan terbaik. Ketergantungan yang besar pada satu kompetisi domestik justru membuat variasi permainan terbatas. Evaluasi diperlukan agar komposisi pemain lebih seimbang dan tidak monoton.

  1. Kurangnya Ketajaman Strategi Koeman

Ronald Koeman menurunkan skuad dengan strategi menyerang sejak awal. Namun, setelah unggul, Belanda gagal menjaga intensitas permainan dan membiarkan Polandia kembali bangkit.

Pergantian pemain juga tidak memberikan dampak signifikan. Strategi yang kurang fleksibel membuat Belanda kehilangan kontrol di babak kedua. Koeman perlu meninjau ulang pendekatan taktisnya agar tim lebih solid menghadapi lawan yang tangguh.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore