Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Agustus 2025 | 21.10 WIB

Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Pep Guardiola Kehilangan Bek Baru Manchester City Karena Cedera vs Spurs

Rayan Ait Nouri cedera vs Spurs (Dok. Man City)

 

JawaPos.com - Malam yang seharusnya menjadi pesta bagi Manchester City di Stadion Etihad justru berubah menjadi mimpi buruk. Bukan hanya kalah 0-2 dari Tottenham Hotspur pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Sabtu (23/8) malam WIB, The Citizens juga harus menerima kenyataan pahit kehilangan bek anyar Rayan Ait-Nouri karena cedera.

Ait-Nouri sejatinya dipercaya Pep Guardiola untuk menjalani debut kandang bersama Man City. Pemain asal Aljazair tersebut tampil sejak menit awal setelah sebelumnya bermain penuh saat Man City menang telak 4-0 atas Wolverhampton Wanderers di pekan pembuka. Sayangnya, kebahagiaan itu hanya bertahan singkat.

Ait-Nouri mengalami masalah pada pergelangan kaki kirinya pada menit ke-13 setelah berduel dengan Mohammed Kudus. Ia sempat mendapat perawatan medis dan mencoba melanjutkan permainan, namun terlihat tidak nyaman bergerak. Akhirnya, Guardiola menariknya keluar pada menit ke-23 dan memasukkan Nathan Ake sebagai pengganti.

Kondisi ini jelas menjadi pukulan bagi Man City yang mengandalkan eks pemain Wolves tersebut untuk menutup lubang di lini pertahanan kiri. Ait-Nouri bahkan disebut-sebut akan bersaing ketat dengan Ake dan Josko Gvardiol memperebutkan posisi utama.

Di luar cedera Ait-Nouri, Man City juga dipermalukan oleh blunder fatal kiper anyar James Trafford. Penjaga gawang yang menjalani debut di Etihad itu melakukan kesalahan besar saat mencoba membangun serangan dari belakang. Bola yang ia sodorkan justru direbut Pape Sarr, lalu diteruskan ke Richarlison sebelum akhirnya disambar Joao Palhinha untuk membuat skor 0-2 di pengujung babak pertama.

Padahal, sebelumnya Brennan Johnson sudah lebih dulu membuka keunggulan Spurs pada menit ke-35. Gol tersebut sempat ditinjau VAR karena dugaan offside, tetapi akhirnya disahkan. Man City yang diharapkan bisa bangkit setelah turun minum justru kesulitan menembus lini pertahanan rapat Spurs. Erling Haaland hampir tak mendapat ruang, sementara peluang terbaik hanya lahir lewat sundulan Rodri pada menit ke-77 yang berhasil ditepis kiper Guglielmo Vicario.

Laga ini semakin menegaskan bahwa Etihad dalam beberapa musim terakhir menjadi arena favorit Tottenham. Dari lima kunjungan terakhir, mereka sudah meraih tiga kemenangan dan sekali imbang. Spurs juga selalu mencetak minimal dua gol dalam lima kunjungan beruntun ke markas City, sebuah rekor yang terakhir kali dicatat Sunderland antara 1980 hingga 2000.

Di balik kemenangan Spurs, sosok Joao Palhinha pantas mendapat sorotan. Gelandang asal Portugal itu bukan hanya mencetak gol, tetapi juga mendominasi lini tengah dengan catatan duel dan tekel terbanyak. Ia bahkan dinobatkan sebagai man of the match dengan akurasi umpan di atas 80 persen serta 100 persen sukses dalam duel udara.

Secara statistik, City sebenarnya lebih mendominasi dengan 61 persen penguasaan bola dan 10 tembakan. Namun, hanya empat yang mengarah tepat sasaran. Spurs justru lebih efektif dengan 12 tembakan dan lima tepat sasaran. Perbedaan efektivitas inilah yang menjadi kunci kemenangan tim asuhan Thomas Frank.

Bagi Guardiola, malam itu serasa benar-benar malapetaka. Ia tidak hanya kehilangan poin di kandang sendiri, tetapi juga harus memikirkan solusi atas cedera Aït-Nouri dan blunder Trafford.

“Mereka jelas masih butuh waktu untuk kembali ke level terbaik,” menurut laporan Sport Mole.

Ke depan, City akan menghadapi Brighton & Hove Albion di Amex Stadium sebelum laga besar melawan Manchester United pada 14 September mendatang setelah jeda internasional. Sementara Tottenham semakin percaya diri di puncak klasemen usai dua kemenangan beruntun tanpa kebobolan.

Bagi City, kekalahan ini menjadi alarm keras bahwa regenerasi tim belum berjalan mulus. Publik Etihad tentu berharap hasil kontra Spurs hanya menjadi batu sandungan, bukan awal dari kemerosotan panjang. Namun, bagi Spurs, kemenangan ini bisa menjadi tonggak kebangkitan di bawah Thomas Frank.

Pep Guardiola pun seakan mengalami pepatah klasik: sudah jatuh tertimpa tangga. Setelah timnya dipermalukan Tottenham, ia kini juga harus menanti kabar cedera pemain baru yang seharusnya menjadi andalan di lini pertahanan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore