Spanduk kritikan di pembukaan Super Cup 2025 untuk kenang Suleiman Obeid. (@UEFA/X)
JawaPos.com - UEFA membantah tuduhan bahwa spanduk bertuliskan “Stop killing children, stop killing civilians” yang dibentangkan sebelum laga Piala Super UEFA 2025 bernuansa politik.
Pernyataan ini muncul setelah spanduk tersebut memicu kritik tajam dari pihak Israel.
Dilansir dari Daily Mail pada Kamis (14/8), insiden terjadi pada laga Piala Super UEFA antara Paris Saint-Germain dan Tottenham Hotspur di Stadio Friuli, Udine, Italia.
Dalam seremoni pembukaan, sembilan anak pengungsi dari berbagai zona konflik, yakni Afganistan, Irak, Nigeria, Palestina, dan Ukraina membentangkan spanduk yang menyerukan penghentian pembunuhan anak-anak dan warga sipil.
UEFA juga menghadirkan dua anak pengungsi korban perang Israel-Palestina dalam upacara penyerahan medali.
Anak tersebut bernama Tala, 12 tahun, gadis Palestina dengan kondisi kesehatan rapuh yang dipindahkan ke Milan untuk mendapat perawatan medis, serta Mohamed, 9 tahun, anak yang kehilangan kedua orang tuanya akibat serangan udara di Gaza.
Meskipun ada aturan UEFA yang melarang pesan politik di stadion, badan sepak bola Eropa itu menegaskan bahwa pesan ini bersifat kemanusiaan.
Seorang sumber internal UEFA menyebut kepada The Times, pesan tersebut bukan bernuansa politik, melainkan tentang kemanusiaan.
Melalui akun X resminya, UEFA juga mengunggah foto spanduk tersebut dengan nada dukungan.
“Dari Piala Super UEFA di Udine, pesannya terdengar jelas. Sebuah spanduk. Sebuah seruan,” tulis UEFA.
Namun, unggahan itu justru dibanjiri komentar kekecewaan dari para penggemar sepak bola yang menilai UEFA kurang lantang dan tidak tegas karena tidak melarang Israel dari ajang kompetisi.
“Jika Anda punya malu, Anda akan meninggalkan slogan-slogan itu dan melarang tim nasional Israel dan tim-tim Israel bermain di kompetisi,” tulis @MrAsubio.
Selain itu, menurut laporan media lokal JFeed, tokoh sepak bola Israel yang tidak disebutkan namanya menyebut aksi itu munafik dan mempertanyakan sikap UEFA terhadap peristiwa 7 Oktober 2023.
Kritik ini muncul di tengah sorotan publik terkait kematian mantan pesepak bola Palestina, Suleiman Obeid yang dilaporkan PFA tewas ditembak pasukan Israel saat menunggu bantuan di Gaza.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
