
Kampanye melalui simbol pelangi oleh Liga Premier. (@premierleague/X).
JawaPos.com-Dilansir dari The Telegraph, Kamis (7/8), Liga Premier Inggris resmi mengakhiri kemitraan delapan tahun dengan organisasi amal Stonewall dan kampanye Rainbow Laces.
Langkah ini diambil di tengah rencana meluncurkan kampanye inklusi versi mereka sendiri yang akan dimulai awal tahun depan. Keputusan tersebut diambil dalam pertemuan para kapten 20 klub Liga Premier pada Kamis (7/8). Dalam pertemuan itu, disepakati bahwa ban kapten pelangi tidak lagi digunakan, digantikan ban berlogo resmi Liga Premier.
Selain itu, para pemain juga tetap akan melakukan aksi berlutut sebagai simbol anti-rasisme untuk musim ini. Penghentian kemitraan ini dilakukan karena Liga Premier dan klub-klubnya telah memiliki keahlian internal dalam mengembangkan program inklusi.
Sebagai gantinya, mereka akan meluncurkan kampanye baru pada Februari. Kampanye tersebut akan melibatkan konsultasi dengan klub, kelompok suporter, serta pemangku kepentingan lainnya, dan tetap memprioritaskan edukasi melalui program komunitas.
Langkah Liga Premier ini juga memicu sorotan karena terjadi setelah beberapa pemain menolak mengenakan ban kapten pelangi.
Marc Guehi, kapten Crystal Palace yang dikenal sebagai penganut Kristen taat, sempat menulis pesan I love Jesus dan Jesus loves you di ban kapten musim lalu yang melanggar aturan FA.
Sementara itu, kapten Ipswich Town, Sam Morsy yang beragama Islam juga menolak memakainya tanpa menerima teguran serupa, memicu tudingan standar ganda terhadap FA.
Stonewall, melalui pernyataannya, menegaskan bahwa kampanye Rainbow Laces telah berperan penting dalam meningkatkan inklusi di dunia olahraga.
“Rainbow Laces telah membantu meningkatkan inklusi, penerimaan, dan partisipasi di semua level olahraga, baik sebagai pemain, peserta, maupun penggemar. Rainbow Laces telah mendorong perubahan signifikan,” ujar juru bicara Stonewall dikutip dari The Telegraph.
Dengan keputusan ini, Liga Premier bergabung dengan sejumlah organisasi besar lain yang memutus hubungan dengan Stonewall.
Peluncuran kampanye baru pada Februari mendatang akan menjadi ujian penting bagi komitmen liga dalam menciptakan lingkungan yang inklusif tanpa mengandalkan simbol-simbol yang memicu perdebatan.

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
