
Kelompok Holmesdale Fanatics memberi sekoper uang palsu ke kantor UEFA sebagai bentuk protes. (@ultrascpfc/X).
JawaPos.com - Keputusan UEFA yang mendiskualifikasi Crystal Palace dari Liga Europa memicu gelombang protes dari para pendukung. Mereka menilai keputusan tersebut tidak adil dan sarat kepentingan.
Aksi dramatis pun dilakukan langsung di markas UEFA dan CAS sebagai bentuk perlawanan atas keputusan yang dianggap keliru.
Crystal Palace resmi dikeluarkan dari kompetisi Liga Europa musim ini oleh UEFA akibat dugaan pelanggaran aturan kepemilikan multi-klub.
Klub berjuluk The Eagles itu dianggap melanggar aturan karena pemilik sahamnya, John Textor juga memiliki saham di klub Prancis, Lyon. Padahal, kedua klub tidak diperkenankan tampil dalam satu kompetisi Eropa jika berada di bawah kendali yang sama.
Keputusan UEFA tersebut memicu kemarahan pendukung Palace. Sejumlah fans yang tergabung dalam kelompok Holmesdale Fanatics melakukan aksi protes langsung di markas UEFA di Nyon, Swiss.
Kelompok itu membawa koper berisi uang palsu sebagai simbol kritik terhadap keputusan yang dianggap lebih mengutamakan kepentingan finansial dibanding keadilan.
Tidak hanya uang palsu, Holmesdale Fanatics juga menyampaikan surat untuk presiden UEFA Aleksander Ceferin untuk menuntut pembatalan keputusan yang dibuat.
Selain ke markas UEFA, para suporter juga melanjutkan protes ke kantor Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Lausanne. Para suporter membentangkan spanduk dan menyerukan agar Palace mendapatkan kembali hak mereka untuk tampil di Liga Europa.
Dalam surat yang disampaikan langsung ke Presiden UEFA Aleksander Ceferin, para fans menuntut pencabutan keputusan dan mengembalikan Palace ke kompetisi.
Selain itu, Holmesdale Fanatics membuat pernyataan bahwa akan terus melakukan aksi hingga Palace dapat kembali berlaga di liga Europa.
“Protes terhadap pihak yang bertanggung jawab akan terus berlanjut,” tulis Holmesdale Fanatics di X.
Saat ini, Palace telah resmi mengajukan banding ke CAS dan hasilnya dijadwalkan keluar pada 11 Agustus mendatang. Jika banding ditolak, Nottingham Forest kemungkinan besar akan menggantikan Palace di Liga Europa, sementara Palace turun ke Liga Konferensi Eropa.
Menurut laporan Daily Mail (23/7), Palace juga mencurigai adanya standar ganda dalam penegakan aturan ini. Palace menyebut bahwa Forest diberi perpanjangan waktu dalam memenuhi syarat kepemilikan ganda, sedangkan Palace tidak mendapat pengingat batas waktu sama sekali.
Keputusan akhir CAS akan menjadi penentu masa depan Crystal Palace di kompetisi Eropa musim ini. Sementara itu, protes terus digaungkan oleh para suporter yang merasa klub kesayangannya diperlakukan tidak adil oleh UEFA.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
