Myles Lewis-Skelly (Dok. Arsenal)
JawaPos.com - Di tengah era penuh tekanan di sepak bola modern, menemukan pemain muda yang bukan hanya bertalenta tetapi juga punya loyalitas tinggi adalah harta karun bagi klub mana pun. Arsenal sepertinya sadar betul akan hal itu.
Maka tak heran, kabar perpanjangan kontrak Myles Lewis-Skelly langsung disambut euforia, baik oleh manajemen, pelatih, hingga fans.
Remaja berusia 18 tahun itu bukanlah rekrutan asing. Ia lahir dan besar bersama Hale End—akademi kebanggaan Arsenal yang melahirkan nama-nama seperti Bukayo Saka hingga Emile Smith Rowe.
Kini, Lewis-Skelly resmi memperpanjang kontraknya hingga 2030 dan menegaskan niatnya: meninggalkan legacy di London Utara.
Bukan Sekadar Kontrak, Tapi Simbol Identitas Klub
Myles Lewis-Skelly bisa dibilang sebagai simbol wajah baru Arsenal. Lahir pada 2006, ia memulai musim 2024/2025 hanya sebagai pelapis. Namun, seiring musim berjalan, pemain muda ini menjelma menjadi pilihan utama di posisi bek kiri. Ia bahkan menggeser pemain-pemain senior seperti Oleksandr Zinchenko, Kieran Tierney, hingga Riccardo Calafiori.
Torehan 39 penampilan musim lalu, satu gol ke gawang Manchester City, dan dua assist di Liga Champions adalah bukti bahwa usianya tak menghalangi kontribusi nyatanya. Pelatih Mikel Arteta pun memberikan kepercayaan besar, dan Arsenal tak ragu untuk mempertahankannya di tengah rumor ketertarikan dari klub sebesar Real Madrid.
Kata Pertama Usai Tanda Tangan: “Saya Ingin Tinggalkan Warisan”
Beberapa hari setelah laporan media menyebut perpanjangan kontrak telah diteken, Arsenal akhirnya mengonfirmasi secara resmi bahwa Lewis-Skelly akan bertahan hingga 2030. Dalam wawancara dengan laman resmi klub, sang pemain mengungkapkan rasa bangganya bisa terus mengenakan jersey Meriam London.
“Saya sangat bangga dan bahagia. Mungkin kata-katanya sederhana, tapi itulah perasaan saya. Saya fans klub ini sejak kecil dan sekarang saya menjadi bagian penting dari tim utama. Ini mimpi yang menjadi kenyataan,” ujar Lewis-Skelly.
Ia tak lupa menyebut pentingnya nilai-nilai Hale End dalam membentuk karakternya—baik sebagai pemain maupun pribadi. “Saya ingin tetap rendah hati dan terus belajar. Saya tahu masih banyak ruang untuk berkembang, dan saya ingin memperbaiki semua kesalahan musim lalu,” tambahnya.
Namun, bukan hanya soal karier. Lewis-Skelly juga menaruh target besar: meninggalkan warisan. Ia berkata dengan penuh ambisi, “Saya ingin meninggalkan legacy. Saya ingin memenangkan segalanya—trofi, pertandingan besar—tapi tetap jadi pribadi yang rendah hati. Itu yang paling penting.”
Tak hanya bersinar di level klub, Lewis-Skelly juga mulai mencuri perhatian di level internasional. Ia kini telah mengoleksi tiga caps bersama Timnas Inggris dan disebut-sebut masuk radar skuad Piala Dunia 2026—jika The Three Lions berhasil lolos.
Berita Tak Berhenti, Satu Perpanjangan Berarti Langkah Panjang
Sukses mengamankan Lewis-Skelly menjadi angin segar bagi Direktur Olahraga Arsenal, Andrea Berta. Mantan eksekutif Atletico Madrid itu kini punya misi besar: mengikat talenta kunci lainnya agar tidak hengkang ke klub rival.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
