
Trofi Piala Dunia Antarklub FIFA 2025. (FIFA/Instagram)
JawaPos.com - Turnamen FIFA Club World Cup edisi 2025 resmi dimulai di Amerika Serikat dengan format terbaru yang lebih megah.
Namun di balik kemeriahan, muncul protes keras dari para pemain Major League Soccer (MLS) terkait ketimpangan pembagian hadiah fantastis senilai total 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16 triliun.
Dilansir dari laporan Andrew Greif, reporter NBC News, pada Senin (16/6), FIFA menggelar Piala Dunia Antarklub 2025 dengan skema baru.
Sebanyak 32 tim dari enam benua bersaing memperebutkan gelar klub terbaik dunia. Ajang ini akan berlangsung hingga 14 Juli mendatang di berbagai kota besar di Amerika Serikat.
Tidak hanya prestise yang diperebutkan, FIFA juga mengalokasikan total hadiah sebesar $1 miliar (setara Rp 16 triliun). Dari jumlah tersebut, $525 juta (setara Rp 8,4 triliun) dibagikan langsung ke semua peserta.
Klub-klub elite seperti Real Madrid, Manchester City, PSG, hingga Bayern Munich bisa mengantongi hingga $38 juta (setara Rp 608 miliar), sementara klub kecil seperti Auckland City FC mendapat $3,5 juta (setara Rp56 miliar).
Namun, di tengah besarnya uang beredar, muncul ketegangan di internal liga Amerika Serikat. Pemain dari klub MLS seperti Inter Miami, LAFC, dan Seattle Sounders mempertanyakan keadilan pembagian hadiah.
Meski ketiga tim itu dijamin mendapatkan $9,55 juta (setara Rp152,8 miliar), para pemain hanya dibatasi menerima maksimal $1 juta (setara Rp 16 miliar), sesuai perjanjian kerja bersama (CBA) MLS.
Protes pun terjadi. Jelang laga 1 Juni, para pemain Seattle Sounders mengenakan kaus bertuliskan ‘Club World Ca$h Grab’ lengkap dengan ilustrasi satire ‘Mr Monopoly’ mengenakan topi MLS dan memegang kantong bertuliskan FIFA.
Aksi itu memicu reaksi keras dari pemilik klub, seperti dilaporkan The Seattle Times.
Menanggapi polemik tersebut, MLS menyatakan telah menawarkan skema kompensasi tambahan berbasis performa, yakni 20% dari total hadiah sejak fase grup.
Jika sebuah klub MLS menjadi juara, pemain disebut bisa membawa pulang total lebih dari $24 juta (setara Rp 384 miliar).
Meski begitu, Asosiasi Pemain MLS (MLSPA) tetap kecewa dan menyebut langkah tersebut tidak menghargai kontribusi pemain.
Sementara itu, FIFA melalui pejabatnya, Jill Ellis, menilai para pemain tetap akan tampil maksimal karena kesempatan bermain di panggung global sangat langka.
Ia menegaskan, walau sistem gaji dan struktur kompetisi di MLS berbeda dari liga lain, semangat bersaing tetap tinggi.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
