
Cristiano Ronaldo sukses merengkuh gelar Nations League. (Dok. UEFA)
JawaPos.com - Cristiano Ronaldo berhasil merengkuh trofi ketiganya bersama Portugal dalam turnamen mayor. Itu setelah Selecao das Quinas mengalahkan Spanyol via adu penalti 5-3 dalam final Nations League 2024/25 di Allianz Arena, Senin (9/6) dini hari WIB.
Portugal merupakan tim yang patut diperhitungkan dalam kancah sepak bola Eropa. Sejak era 1990-an, negara ini dikenal sebagai gudang talenta berbakat kelas dunia. Namun, hingga awal 2000-an, prestasi masih menjadi sebuah misteri.
Meski memiliki deretan pemain bintang, Portugal belum mampu mengangkat trofi bergengsi. Mereka pernah melahirkan sosok legendaris seperti Eusebio dan juga memiliki pemenang Ballon d'Or seperti Luis Figo. Sayangnya, kehadiran nama-nama besar tersebut belum cukup untuk menjadikan Portugal kekuatan dominan di kancah Eropa.
Selecao das Quinas juga belum mampu tampil konsisten di turnamen-turnamen besar seperti Euro dan Piala Dunia. Kini, kompetisi sekelas UEFA Nations League juga menjadi tolok ukur baru yang tak bisa diabaikan.
Peruntungan Portugal di turnamen mayor berubah saat pemain bernama Cristiano Ronaldo mulai mencuat, menjadi sosok penting dalam perubahan besar yang membawa mereka menuju level baru sebagai raksasa sepak bola Eropa.
Sebelum adanya Ronaldo, Portugal sejatinya memiliki generasi pemain-pemain jempolan seperti Luis Figo, Rui Costa, Pedro Pauleta hingga Nuno Gomes. Mereka dikenal dengan permainan atraktif, teknik tinggi, dan mentalitas yang tangguh.
Namun dalam sepak bola, performa di lapangan harus dibarengi dengan hasil. Sayangnya, Portugal kala itu belum mampu mengubah potensi besar menjadi prestasi nyata, bahkan ketika diperkuat legenda seperti Eusebio.
Rekam jejak Portugal sebelum era Ronaldo:
3 kali lolos ke Piala Dunia (1966, 1986, 2002)
3 kali lolos ke Euro (1984, 1996, 2000)
Belum pernah meraih trofi mayor
Setelah era itu, Portugal memiliki sosok berbakat yang dipercaya mampu membawa Portugal bisa berprestasi yakni Cristiano Ronaldo. Sebagai bukti, dirinya debut debut bersama tim nasional senior dan langsung memberikan impak besar dengan mengantarkan Selecao das Quinas ke babak final Euro 2004.
Meski gagal meraih gelar, turnamen tersebut menjadi tonggak awal perubahan besar. Ronaldo tidak sekadar menjadi pemain bintang, tetapi juga simbol dari semangat baru: lapar akan kemenangan, penuh determinasi, dan tak kenal menyerah.
Sejak Ronaldo bergabung, Portugal selalu lolos ke turnamen-turnamen besar. Lebih penting lagi, mereka akhirnya berhasil mengakhiri puasa gelar yang sudah berlangsung lama.
Capaian Portugal di era Ronaldo:
5 kali tampil di Piala Dunia (2006, 2010, 2014, 2018, 2022)
6 kali lolos ke Euro (2004, 2008, 2012, 2016, 2020, 2024)
Meraih 3 trofi mayor: Euro 2016, UEFA Nations League 2019, dan 2025
Menariknya, tiga gelar juara yang diraih pemain berusia 40 tahun saat dirinya menjabat sebagai kapten tim. Pertama di Euro 2016. Kala itu, Portugal juara usai mengalahkan Prancis di partai final. Kemudian di Nations League 2018-2019, serta kali ini di turnamen serupa dan Ronaldo masih menjabat sebagai kapten tim.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
