Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 13.04 WIB

Starboy Manchester United Alejandro Garnacho Curhat Hanya Main 20 Menit di Final Europa League

Pemain Manchester United Alejandro Garnacho. (Dok. Alejandro Garnacho) - Image

Pemain Manchester United Alejandro Garnacho. (Dok. Alejandro Garnacho)

JawaPos.com–Manchester United (MU) harus mengubur mimpinya tampil di kompetisi antar klub Eropa musim depan. Kalah 1-0 di final Europa League dari Tottenham Hotspur membuat tim asuhan Ruben Amorim ini mengakhiri kompetisi tanpa gelar dan terpuruk di papan bawah Liga Inggris.

‎Padahal jika menang di final, MU bisa lolos otomatis ke Liga Champions musim depan tanpa memandang posisi akhir di klasemen liga. ‎Kekalahan MU di final Europa League tentu sangat mengecewakan bagi seluruh elemen tim dan juga fans.

Para pemain pun mulai secara implisit menyatakan kegerahannya bermain untuk Setan Merah. ‎Salah satunya adalah starboy Alejandro Garnacho. Pemain binaan akademi MU ini terang-terangan mengungkapkan kekecewaannya setelah hanya bermain sekitar 20 menit di final.

‎Dia juga mengkritik permainan MU buruk di final sehingga tidak mengherankan jika hasil akhirnya berujung kekecewaan, dan mempertanyakan taktik Amorim tidak memasangnya sejak awal.

‎"Permainan kami buruk sehingga nggak heran jika kami kalah. Kami nyatanya tidak banyak mengalahkan tim lain di Liga Inggris. Lalu (di Europa League) saya selalu bermain untuk membantu tim hingga lolos ke final. Dan di partai puncak, saya hanya bermain 20 menit. Saya nggak tahu...," tukas Garnacho mengungkapkan kekecewaannya seperti dikutip dari laman Express.

‎Garnacho menambahkan setelah musim ini berakhir, dia mengindikasikan belum pasti tetap berseragam MU musim depan. Sebab, kegagalan total Setan Merah musim ini.

‎"Kegagalan di final dan liga, kondisi secara keseluruhan musim ini..kayaknya saya akan menikmati libur musim panas dulu, baru selanjutnya saya akan memutuskan bagaimana masa depan saya musim depan," imbuh Garnacho.

‎Meski bermain selama sekitar 20 menit, dia memberi perubahan pada kreativitas serangan MU dan sempat membuat satu peluang lewat tendangan kerasnya, namun berhasil digagalkan kiper Tottenham.

‎Keputusan Amorim untuk tidak memainkan Garnacho sedari menit pertama juga mendapat kritikan pedas dari kakak sang starboy, Roberto. ‎Dalam akun Instagramnya, dia menertawakan kegagalan mantan pelatih Sporting Lisbon itu akibat tidak memainkan Garnacho sejak awal laga.

‎"Bekerja lebih keras dari yang lain, membantu tim di setiap pertandingan, mencetak gol di final musim lalu, tapi cuma dimainkan selama 19 menit (di final Europa League), woow..hahaha," ejek Roberto yang ditujukan kepada Amorim.

‎Dengan kegagalan MU musim ini di seluruh kompetisi, bukan tidak mungkin Garnacho akan turut pindah ke klub lain demi bermain di kompetisi Eropa musim depan.

‎Bakat dan determinasi pemain Timnas Argentina itu tentu menjadi magnet bagi tim-tim elite Eropa yang ingin menggunakan jasanya demi memperkuat skuad. Patut ditunggu kemana sang starboy akan bermain musim depan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore