
Kevin De Bruyne diangkat oleh rekan-rekanya dalam laga terakhirnya bersama Manchester City. (@mancity)
JawaPos.com - Pertandingan terakhir Kevin De Bruyne di Etihad Stadium penuh dengan emosi. Sang maestro asal Belgia memainkan laga perpisahannya bersama Manchester City dalam kemenangan 3-1 atas Bournemouth, Rabu (21/5), yang juga menempatkan The Citizens di ambang lolos ke Liga Champions musim depan.
De Bruyne diberikan ban kapten pada laga terakhirnya di kandang setelah menghabiskan satu dekade penuh prestasi di klub. Selama 10 tahun, ia mencatat 108 gol dan memenangkan 19 trofi, termasuk Liga Champions, yang menjadikannya salah satu legenda terbesar dalam sejarah klub.
Sayangnya, laga ini tidak berjalan sempurna seperti yang ia harapkan. Di babak pertama, De Bruyne melewatkan peluang emas ketika tendangannya dari jarak lima yard hanya membentur mistar gawang. Aksi itu membuat Etihad terdiam sejenak, termasuk Pep Guardiola yang memegangi kepala karena tidak percaya. Di tribun, keluarga De Bruyne tampak terpaku melihat tayangan ulang.
"Itu momen yang buruk, sangat buruk. Tidak ada alasan. Putra saya pasti akan mengkritik saya malam ini," ucap De Bruyne seusai pertandingan dengan nada kecewa.
Kesempatan untuk mencetak gol perpisahan pun menguap setelah rekan setimnya, Mateo Kovacic, mendapat kartu merah di menit ke-67. Guardiola tak punya pilihan selain menarik De Bruyne keluar demi menjaga keunggulan tim. Keputusan tersebut memicu kekecewaan fans yang menginginkan De Bruyne menyelesaikan pertandingan terakhirnya.
Meski demikian, suasana penuh cinta tetap terasa. Sorakan "Ohh Kevin De Bruyne" menggema sepanjang malam. Ia melambaikan tangan, memeluk rekan-rekannya, dan menerima penghormatan dari para penggemar saat meninggalkan lapangan Etihad untuk terakhir kalinya sebagai pemain City.
Gol-gol dari Omar Marmoush, Bernardo Silva, dan Nico Gonzalez memastikan kemenangan City. Namun malam itu bukan hanya soal skor. Itu adalah malam penghormatan bagi De Bruyne sang jenderal lapangan yang selama satu dekade telah menyulap operan menjadi sihir dan membuat Etihad bersinar.
Setelah pertandingan, Guardiola bahkan terlihat meneteskan air mata saat menyaksikan penghormatan kepada De Bruyne. Klub pun dikabarkan akan memberikan patung sebagai bentuk penghargaan tertinggi untuk sang legenda. Chairman City, Khaldoon Al-Mubarak, bahkan menyebut De Bruyne sebagai pemain terbaik yang pernah mengenakan seragam Manchester City.
Warisan De Bruyne di Etihad tak akan pudar. Mungkin ia gagal mencetak gol perpisahan, namun cinta dan penghargaan dari para penggemar akan bertahan selamanya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
