
Pep Guardiola. (Sky Sports)
JawaPos.com - Pelatih Crystal Palace Oliver Glasner begitu percaya diri meski timnya kalah 2-5 dari Manchester City bulan lalu. Tactician asal Austria itu yakin telah menemukan cara tepat untuk menghadapi Pep Guardiola.
“Setelah laga saya berkata ke Pep, jika kita bertemu lagi, anda tidak akan bisa bermain dengan sistem ini karena kami akan menyelesaikannya,” kata Glasner saat itu dikutip dari laman resmi Premier League.
Guardiola bisa jadi terpengaruh dengan mind game tersebut. Dalam laga final Piala FA di Wembley, London kemarin (18/5) Pep mengubah skuadnya cukup drastis. Tercatat, hanya ada tiga pemain yakni Nico O’Reilly, Ruben Dias dan Josko Gvardiol yang bermain di posisi yang sama seperti di Etihad Stadium bulan lalu.
Hasilnya justru negatif. City kalah tipis 0-1 dari Crystal Palace lewat gol counter attack dari Eberechi Eze menit ke-16. Itu jadi kegagalan beruntun City di Final Piala FA. Sekaligus jadi musim tanpa trofi pertama Pep setelah delapan tahun, atau kedua sepanjang 17 tahun musim sebagai pelatih-manajer.
Meski kecewa, Pep menilai timnya bermain cukup baik. “Kami di sini bermain jauh lebih baik daripada kemenangan 5-2 di kandang sendiri, dan bermain lebih baik daripada musim lalu ketika kami kalah dari United (di final),” kata Pep dikutip dari laman resmi Manchester City.
Lalu, apa yang jadi masalah? Salah satu yang paling terlihat adalah produktivitas. Dalam dua laga terakhir, City tidak sekalipun mampu mencetak gol. Ironisnya, catatan itu diraih saat The Citizens -julukan City- kembali diperkuat penyerang utama Erling Haaland.
Kemarin, Haaland punya kesempatan untuk mencetak gol lewat titik putih. Tapi, dia tidak melaksanakan tugas utamanya dan malah memberikan bola untuk Omar Marmoush. Apes, tendangan Marmoush justru mampu diblok Dean Henderson. “Saya tidak tahu, saya belum berbicara dengan mereka. Mereka yang membuat keputusan,” kata Guardiola soal penalti tersebut dikutip dari Goal.
Selanjutnya, Pep masih punya tugas lagi musim ini. Yakni, memastikan City meraih tiket ke Liga Champions musim depan. Sampai Minggu (18/5) sore, posisi City masih belum aman. Kevin de Bruyne dkk masih berada di posisi keenam, terpaut satu poin dari Aston Villa yang berada di batas zona Liga Champions di posisi kelima.
Jika akhirnya gagal lolos Liga Champions, maka Pep bisa menjalani musim terburuknya sepanjang sejarah. Saat terakhir kali nirtrofi di musim pertama menangani City pada 2016-2017 silam, Pep masih mampu meloloskan timnya di ajang Liga Champions.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
