Bendito Mantato (dok. MUFC)
JawaPos.com - Masa depan Manchester United perlahan mulai menemukan pijakan yang menjanjikan. Di tengah perburuan gelar di Eropa, Setan Merah diam-diam mengamankan talenta masa depan yang digadang-gadang sebagai ‘The Next Bukayo Saka’.
Teka-teki regenerasi lini serang Manchester United mulai menemukan jawabannya. Nama Bendito Mantato, wonderkid berusia 17 tahun, resmi menandatangani kontrak jangka panjang bersama klub hingga Juni 2029. Ini adalah sinyal kuat bahwa United tak hanya serius membangun masa depan, tapi juga menaruh kepercayaan besar pada pemain muda dari akademinya sendiri.
Musim ini, Mantato tampil memukau di level akademi. Dalam 15 pertandingan, ia telah membukukan delapan gol dan satu assist. Mayoritas kontribusinya tercipta di Premier League U-18, dengan tujuh gol dari 11 laga. Tak berhenti di sana, ia juga mencatat dua gol dan tiga assist dari empat pertandingan di Premier League 2, kompetisi tim-tim U-21 Inggris.
Sederet performa itu membuat sang pelatih kepala, Ruben Amorim, tak bisa menutup mata. Nama Mantato bahkan masuk dalam daftar bangku cadangan saat United menghadapi Athletic Bilbao di semifinal Liga Europa pekan lalu. Meskipun belum sempat turun ke lapangan, keberadaan Mantato dalam skuad utama menunjukkan betapa ia sudah masuk dalam rencana jangka pendek pelatih asal Portugal tersebut.
Mirip Bukayo Saka, Kini Berevolusi di Sayap Kanan
Perjalanan karier Mantato sejak usia muda memang banyak mengingatkan publik pada kisah sukses Bukayo Saka di Arsenal. Sama-sama ditempa sebagai bek kiri menyerang di akademi, Mantato kini bertransformasi sebagai pemain sayap kanan yang eksplosif. Perubahan posisi ini tidak hanya memperluas kemampuannya, tetapi juga membuka potensi untuk mengisi sektor penting di skema Amorim musim depan.
Kemiripan dengan Saka tak hanya dari segi posisi. Mantato dikenal sebagai pemain yang memiliki kecepatan, kreativitas, serta naluri mencetak gol yang tajam—karakteristik yang sangat dicari oleh klub-klub besar di era sepak bola modern. Dalam sistem 3-4-3 ala Amorim, peran wing-back kanan sangat vital, dan Mantato disebut-sebut bisa menjadi pelapis ideal untuk Diogo Dalot, bahkan mungkin penggantinya di masa depan.
Situasi ini menjadi semakin menarik setelah United gagal mendapatkan wonderkid Sporting Lisbon, Geovany Quenda, yang justru memilih bergabung ke Chelsea. Gagalnya transfer ini secara tidak langsung memperkuat peluang Mantato untuk naik ke tim utama, terutama jika ia terus mempertahankan performa gemilangnya di level junior.
Momen Debut Semakin Dekat, Diogo Dalot Cedera
Musim kompetisi belum selesai, dan Manchester United masih menyisakan tiga pertandingan Premier League sebelum menutup musim 2024/2025. Di saat yang sama, mereka juga tengah berburu gelar di Liga Europa, yang finalnya akan berlangsung pada 21 Mei mendatang di Bilbao.
Menariknya, cedera yang dialami Diogo Dalot—yang mengalami masalah pada betis—membuka peluang lebih besar bagi Mantato untuk masuk skuad. Laga kontra West Ham United pada akhir pekan nanti disebut-sebut bisa menjadi momen debut sang wonderkid. Amorim kabarnya siap melakukan rotasi besar-besaran, terutama jika United berhasil menjejak final Eropa.
Pertandingan melawan Chelsea dan Aston Villa juga bisa menjadi ladang eksperimen bagi Amorim untuk memberikan menit bermain bagi pemain muda seperti Mantato. Tapi jika tidak, maka musim depan hampir bisa dipastikan akan menjadi titik awal yang sesungguhnya bagi sang ‘Saka baru’ untuk benar-benar unjuk gigi di Old Trafford.
Baca Juga: Arema FC Kembali ke Stadion Kanjuruhan, Penonton Wajib Tunjukan E-tiket dan Kartu Identitas
Dipantau Timnas, Diincar Klub Lain
Tak hanya di klub, performa Mantato juga sudah mencuri perhatian di level internasional. Ia telah mengoleksi tujuh caps bersama tim nasional Inggris U-17. Dengan perkembangan secepat ini, bukan mustahil ia akan dipromosikan ke tim U-19 atau bahkan U-21 dalam waktu dekat.
Ketertarikan dari klub-klub lain pun kabarnya mulai muncul, apalagi setelah penampilan gemilangnya di Premier League 2. Namun, perpanjangan kontrak hingga 2029 membuat posisi United sangat kuat. Mereka bisa membentuk dan mengarahkan perkembangan Mantato tanpa terganggu oleh gangguan dari luar.
Di sisi lain, akademi Manchester United patut berbangga. Dalam beberapa tahun terakhir, lulusan akademi seperti Alejandro Garnacho, Kobbie Mainoo, hingga Hannibal Mejbri mulai menapaki panggung utama. Kini, Mantato menjadi wajah baru generasi berikutnya yang siap melanjutkan warisan akademi klub legendaris ini.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
