Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 2 Mei 2025 | 13.02 WIB

Paul Parker Sebut Trofi Eropa Tak Cukup Tutupi Kegagalan Manchester United di Liga Inggris

Pelatih Manchester United Ruben Amorim. (dok. MUFC) - Image

Pelatih Manchester United Ruben Amorim. (dok. MUFC)

JawaPos.com–Trofi memang bisa menutupi luka, tapi tidak menyembuhkan. Hal inilah yang ditekankan mantan bek Manchester United Paul Parker, terkait performa buruk mantan klubnya di Premier League musim ini.

Meski Setan Merah masih berpeluang menutup musim dengan gelar Liga Europa, Parker menilai, prestasi tersebut tak cukup untuk menghapus kesan bahwa kampanye domestik mereka benar-benar memalukan.

Di bawah asuhan Ruben Amorim, Manchester United berhasil menjejak semifinal Liga Europa musim 2024/2025. Mereka menghadapi Athletic Bilbao pada leg pertama, Jumat (2/5) dini hari.

Namun, performa di kompetisi Eropa justru menjadi kontras tajam dengan nasib mereka di Premier League. Sudah bisa dipastikan ini sebagai musim terburuk klub sepanjang sejarah Liga Primer Inggris.

Dengan hanya mengumpulkan 39 poin dari 34 pertandingan, Manchester United tercecer di posisi ke-14 klasemen sementara. Mereka terpaut 21 poin dari Chelsea yang duduk di posisi kelima.

Lebih parah lagi, jika tren buruk ini terus berlanjut, Manchester United bahkan bisa saja terjerembab hingga posisi ke-17. Itu hanya satu strip di atas zona degradasi.

“Kalau mereka menjuarai Liga Europa, silakan rayakan. Tapi jangan lupakan apa yang terjadi di liga. Musim ini tetap memalukan,” kata Paul Parker dalam wawancara eksklusif dengan Sports Mole, mewakili Betano.

“Kamu harus menikmati setiap kemenangan, tapi menilai klub seperti Manchester United itu harus berdasarkan performa sepanjang musim, dan sembilan bulan ini benar-benar buruk,” sambung dia.

Parker, yang membela Setan Merah pada awal dekade 1990-an, menekankan bahwa sekalipun trofi Eropa bisa menjadi penutup manis, klub sebesar MU tidak seharusnya menjadikan itu sebagai dalih untuk menutupi kegagalan di liga domestik.

“Jangan sampai ada pawai bus atap terbuka segala,” tambah dia, menyindir euforia berlebihan yang kadang muncul usai tim Inggris juara Eropa.

“Kalau ini soal reputasi klub, soal masa depan, maka yang terjadi di liga musim ini harus jadi bahan introspeksi,” imbuh Paul Parker.

Musim ini memang jadi ujian besar bagi Ruben Amorim, pelatih muda Portugal yang baru beberapa bulan menukangi MU. Gaya bermainnya yang mengandalkan pressing tinggi dan sirkulasi bola cepat belum sepenuhnya cocok dengan karakter skuad warisan sebelumnya.

Amorim tetap berhasil membawa MU menembus semifinal Liga Europa, dan kini punya peluang untuk membungkam kritik lewat gelar internasional. Namun sejarah dan statistik justru tidak berpihak pada Manchester United.

Dalam empat pertemuan sebelumnya melawan Athletic Bilbao, Setan Merah hanya sekali menang. Kemenangan itu terjadi pada leg kedua perempat final Piala Champions 1957, itupun harus dimainkan di Old Trafford.

Pertemuan terakhir terjadi pada musim 2011/2012 di ajang Liga Europa. Saat itu MU yang masih diperkuat Wayne Rooney kalah di dua leg sekaligus, 2-3 di Old Trafford dan 1-2 di San Mames. Itu berarti, United belum pernah menang tandang melawan Athletic sepanjang sejarah pertemuan kedua tim.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore