
Mikel Arteta kepala pelatih Arsenal (Dok. Instagram @arsenal)
JawaPos.com – Arsenal menyambut Paris Saint-Germain (PSG) di Stadion Emirates, London, Inggris untuk pertandingan pertama semifinal Liga Champions 2025.
The Gunners mencapai semifinal setelah menang agregat 5-1 atas Real Madrid. Sedangkan PSG mengalahkan Aston Villa dengan agregat 5-4, meski kalah 3-1 di Villa Park.
Pertandingan terakhir kali mempertemukan Arsenal dengan PSG saat anak asuh Mikel Arteta berhasil mengalahkan PSG dengan skor 2-0 pada fase grup Liga Champions awal musim ini. Dimana gol ITU diciptakan oleh Kai Havertz dan Bukayo Saka.
Berikut 5 fakta menarik pertandingan Arsenal saat berhadapan dengan Paris Saint-Germain pada leg 1 semifinal Liga Champions 2025, seperti dilansir dari laman Now Arsenal pada Rabu (30/4).
1. Paris Saint-Germain Tampil Mengesankan
PSG tampak bekerja keras untuk meraih tiket final Liga Champions. Saat tim lawan tidak menguasai bola dan menyerang dengan cepat disanalah mereka beraksi dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk dapat kembali menguasai bola.
PSG memiliki pemain yang di mana mereka berada di lapangan, mereka merasa nyaman menghadapi dua atau tiga pemain Arsenal.
Arsenal kesulitan mengatasi Kvicha Kvaratskhelia, Ousmane Dembele dan Desire Doue saat mereka dengan cepat terhubung untuk mencari ruang di belakang. Terlihat jelas bahwa tim Prancis terlalu tangguh untuk ditangani oleh The Gunners.
2. Keberuntungan Tidak Berpihak pada Arsenal
Arsenal sempat menguasai bola di awal babak kedua. Terlihat tendangan bola mati cerdas yang pernah digunakan Arsenal sebelumnya tidak berbuah manis, di mana sejumlah pemain melakukan tendangan bebas dalam posisi offside sebelum masuk ke garis, saat sundulan bola Mikel Merino yang masuk ke gawang harus terpaksa dianulir.
Keputusan di Eropa cenderung lebih kontroversial, namun dengan pengecekan offside melalui VAR di Liga Champions tidak ada yang dapat diperdebatan.
3. Kesalahan terhadap Build Up
Sesuatu yang terjadi dalam pertandingan Arsenal adalah kesalahan dalam penilaian di lini pertahanan yang berujung pada gol. Mungkin insiden ini tidak terlalu mendapat perhatian karena dalam dalam pertandingan sebelumnya Arsenal dengan mudah menang serta tidak terlalu mendramatisir keadaan. Tetapi fakta bahwa lini pertahanan kurang kokoh dan ceroboh dalam memberikan bola saat membangun serangan bukanlah hal yang baik.
Masalah itu diperburuk dengan beberapa tekanan yang diberikan PSG karena para penyerang sering mengambil bola dari pertahanan Arsenal.
Pekan depan di Paris, Arsenal mungkin akan menerapkan gaya permainan yang mengutamakan serangan balik dan bertahan sedikit lebih lama meskipun mereka perlu mengejar permainan, karena mereka tampaknya mulai menciptakan masalah mereka sendiri di lini pertahanan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
