
Skuad Timnas Malaysia saat mengalahkan Nepal. Kebijakan naturalisasi FAM menuai kritikan. (X/@malaysia_nt)
JawaPos.com - Pengamat sepak bola Malaysia, Sadek Mustaffa, baru-baru ini mengkritik langkah naturalisasi pemain yang dilakukan oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).
Sadek menilai bahwa FAM telah melakukan keputusan keliru terkait proyek naturalisasi untuk Timnas Malaysia yang kini menjadi program utama, sedangkan program mengembangkan bakat pemain muda mulai terlupakan.
"FAM menyatakan bahwa naturalisasi adalah inisiatif jangka pendek dan bahwa mereka akan fokus pada pengembangan pemain untuk menghasilkan talenta berkualitas bagi tim nasional," ujar Sadek dilansir dari laman New Straits Times.
"Namun, yang kita lihat justru ketergantungan berlebihan pada naturalisasi," tegas Sadek.
Sebelumnya, Putera Mahkota Johor Tunku Ismail Sultan Ibrahim mengungkapkan bahwa Timnas Malaysia akan diperkuat dengan masuknya tujuh pemain kelahiran Malaysia yang saat ini bermarkas di luar negeri.
"Sebanyak tujuh lagi pemain Malaysia di luar negeri akan menambah kualitas dan membantu tim. Yang paling penting adalah tim nasional bermain di kompetisi internasional tingkat tinggi dan dihormati. Itu adalah kebanggaan dan citra kita," tutur Tunku Ismail Idris.
"Untuk mencapai tujuan tersebut, kita harus bersatu dan bersabar. Prioritas utama bukanlah kecepatan, tetapi arah yang kita tuju," imbuhnya.
Sejauh ini, tim nasional telah menggunakan delapan pemain kelahiran luar negeri, yaitu Mohamadou Sumareh, Liridon Krasniqi, Guilherme de Paula, Sergio Aguero, Lee Tuck, Endrick Dos Santos, Paulo Josue, dan terbaru Hector Hevel.
Sadek kemudian mengkritisi semakin kesini FAM justru lebih intens untuk menaturalisasi pemain. Kabarnya, pada laga melawan Vietnam pada laga Kualifikasi Piala Asia, Harimau Malaya akan menambah lagi pemain-pemain naturalisasi.
"Di mana inisiatif untuk meningkatkan program pengembangan pemain? Apa yang sebenarnya terjadi dengan roadmap FAM yang seharusnya memprioritaskan pengembangan pemain muda?" sambung Sadek.
"Tampaknya FAM telah melupakan perannya dalam mengembangkan pemain dan malah lebih fokus pada naturalisasi pesepak bola."
Dengan gencarnya program naturalisasi yang digaungkan FAM, Sadek khawatir program tersebut akan membuat mimpi para pemain muda Malaysia untuk membela Harimau Malaya semakin kecil.
"Mungkin FAM sebaiknya pindah dari Kelana Jaya dan bermarkas di luar negeri, karena tampaknya perhatian utamanya adalah mencari pemain asing untuk mewakili Malaysia.
"Kondisi sepak bola Malaysia saat ini mengkhawatirkan. Pemain muda mungkin merasa peluang mereka untuk masuk ke tim nasional sangat kecil," ungkap Sadek.
Kemudian, Sadek juga menyesalkan kurangnya pengakuan untuk mendiang Rahim Abdullah, legenda skuad Olimpiade Munchen 1972 Malaysia dan mantan pelatih tim nasional.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
