Pelatih Juventus Thiago Motta.
JawaPos.com — Thiago Motta datang dari generasi yang berbeda dengan Gian Piero Gasperini. Saat Motta jadi andalan akademi Juventus-SP (Sao Paulo) pada 1998, Gasperini diangkat sebagai pelatih skuad Primavera Juventus.
Saat nama Motta masih baru bersinar bersama FC Barcelona, Gasperini memulai kariernya sebagai pelatih di FC Crotone. Dengan usia yang terpaut seperempat abad (25 tahun), Motta menjadikan Gasperini sebagai inspirasinya.
Bahkan, Gasperini-lah yang jadi topik pembahasan Motta saat mengambil lisensi kepelatihan di Coverciano, markas Federasi Sepakbola Italia, FIGC. Judul tesis Motta itu: Manajemen Vertikalisasi yang Rumit.
Baca Juga: Prediksi Juventus vs Hellas Verona: Misi Si Nyonya Tua Kembali ke Jalur Kemenangan di Liga Italia
Tesis yang membawa Motta mengantongi lisensi UEFA Pro pada 2020. Lisensi itu yang membawanya mengawali karier melatih di Spezia Calcio dan Bologna FC dari 2021 dan 2022.
Dini hari nanti Motta bakal beradu pemikiran dengan Gasperini untuk kedelapan kali di Serie A. Yakni, ketika Juventus menghadapi Atalanta BC di Allianz Stadium, Turin (siaran langsung Vidio pukul 02.45 WIB).
Bukan untuk menguji tesis yang dalam empat pertemuan terakhir ini mampu dia menangi. Melainkan untuk menggoyang posisi Atalanta besutan Gasperini yang masih di atas Juve satu setrip.
Setidaknya, seperti saat dia mendapatkan nilai 108 dari 110 berkat tesis tentang Gasperson, julukan Gasperini. ’’Aku sudah mempelajari banyak hal darinya (Gasperini), dan aku menyukai konsistensinya di Atalanta,’’ begitu kata Motta tentang inspirasi yang dia ambil dari Gasperini.
Meski, sejak bersama Juve, dia gagal menyamai ciri khas Atalanta-nya Gasperini. Musim ini, Juve baru mengoleksi 45 gol, Atalanta sudah 59 gol di Serie A. Total peluang di Serie A juga baru 374 kali. Jauh dari Atalanta dengan 420 kali peluang gol.
Setidaknya dalam lima giornata terakhir, Juve asuhannya sukses memenangi laga dengan menciptakan gol. Dalam analisisnya di program Calcio Time, mantan bek tengah Inter Daniele Adani menganggap Motta sebagai modal investasi Juve.
Mirip seperti La Dea, julukan Atalanta, yang berinvestasi bersama Gasperini. ’’Ini terbukti, prestasi-prestasi Atalanta dimulai dengan investasi matang, terarah, dan tepat. Motta di Juve bisa demikian jika tetap konsisten,’’ klaim Adani, dikutip dari laman Tutto Juve.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
