
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin tengah memperimbangkan merubah aturan Liga Champions. (UEFA)
JawaPos.com - UEFA baru-baru ini tengah menggodok ide ekstrim untuk ajang Liga Champions. Mereka dikabarkan bakal menghapus aturan perpanjangan waktu di babak sistem gugur pada turnamen tersebut.
Musim ini, Liga Champions, yang menjadi rumah bagi klub-klub sepak bola terbaik di benua Eropa, telah menerapkan format penyisihan grup yang baru.
Tidak ada lagi grup-grup kecil yang terdiri dari empat tim dan sebagai gantinya, setiap tim yang berlaga di Liga Champions akan saling berhadapan di dalam satu grup besar.
Delapan tim teratas setelah delapan pertandingan yang dimainkan secara otomatis maju ke babak sistem gugur turnamen.
Sementara tim-tim yang berada di peringkat 9-16 dalam klasemen akan berhadapan dalam babak play-off untuk melihat siapa yang akan melaju ke babak 16 besar.
Perubahan ini disambut dengan beragam tanggapan dari para penggemar dan pengamat. Beberapa menyukai ide perubahan tersebut, sementara yang lain berpikir bahwa Liga Champions sudah sempurna seperti apa adanya.
Dilansir dari laman The Guardian, tampaknya UEFA belum selesai mengutak-atik kompetisi ini dan mungkin akan ada perubahan yang lebih masif di masa depan.
Pertemuan baru-baru ini di Nyon antara perwakilan serikat pemain global FIFPro, termasuk presidennya Sergio Marchi, dan para petinggi UEFA, yang dipimpin oleh presiden Aleksander Ceferin, dapat menghasilkan sebuah terobosan baru di Liga Champions yaitu menghapus babak perpanjangan waktu.
Meskipun diskusi masih dalam tahap informal dan belum ada proposal resmi yang diajukan, momentum terus berkembang di sekitar ide tersebut.
Sudah lama para pemain menyuarakan keprihatinan mereka atas jadwal pertandingan yang tanpa henti, waktu bermain yang semakin panjang, dan tekanan fisik yang semakin berat.
Menurut laporan The Guardian, salah satu solusi yang mungkin untuk menjawab keluhan dari para atlet pesepak bola adalah adalah dengan menghapus waktu tambahan sepenuhnya, meskipun perubahan apa pun tidak akan berlaku di turnamen saat ini.
Jika perpanjangan waktu dihapuskan dari pertandingan sistem gugur Liga Champions, setiap pertandingan yang berakhir imbang akan langsung berlanjut ke adu penalti.
Tren untuk menghapus perpanjangan waktu telah mendapatkan daya tarik di berbagai kompetisi. Seperti contoh Piala Super Spanyol, yang kini diselenggarakan di Arab Saudi, telah mengadopsi format tersebut.
Piala Super Eropa seperti pertandingan Sevilla vs Manchester City tahun lalu, juga melewatkan babak perpanjangan waktu dan langsung menuju adu penalti jika seri.
Banyak turnamen piala domestik dan pertandingan perebutan tempat ketiga di kompetisi internasional telah menerapkan langkah serupa.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
