Calvin Verdonk belum berhasil membawa timnya, NEC Nijmegen, meraih kemenangan setelah dipermalukan PSV Eindhoven. (Instagram Calvin Verdonk)
JawaPos.com - Kekecewaan tak mampu disembunyikan oleh Calvin Verdonk usai NEC Nijmegen dicukur lima gol tanpa balas oleh Go Ahead Eagles. Fullback Timnas Indonesia itu merasa malu karena dia dan timnya dibabat habis oleh mantan klub Ragnar Oratmangoen tersebut.
NEC Nijmegen dapat hasil negatif dalam laga lanjutan Eredivisie 2024/2025. Mereka tak mampu berbuat banyak saat bertandang ke De Adelaarshorst, Deventer, pada Sabtu (7/12) malam. NEC kalah 5-0 dari Go Ahead Eagles.
Usai laga, Calvin Verdonk benar-benar tidak bisa berkata apa-apa tentang permainan yang dimainkan timnya saat melawan Go Ahead Eagles. "Itu benar-benar sangat buruk," katanya seperti dipetik dari Forza NEC, Minggu (8/12).
"Ini memalukan bagi kami. Kami tidak memiliki intensitas sama sekali hari ini. Benar-benar kebalikan dari minggu lalu saat melawan Ajax. Setelah setengah jam, saya kira kami tertinggal 4-0. Benar-benar memalukan," tambah Calvin Verdonk.
Dalam laga itu, Calvin Verdonk bermain penuh alias 90 menit. Dia turut menjaga lini pertahanan di sisi kiri. Namun, dia dan rekan-rekannya harus ikhlas menyaksikan tim tuan rumah bisa mencetak banyak gol.
Lima gol Go Ahead Eagles dicetak oleh tiga pemain berbeda. Masing-masing lewat hattrick Oliver Valaker Edvardsen (5', 6', 25'), Enric Llansana (10'), dan Dean James (58').
NEC Nijmegen benar-benar tak mampu menahan gempuran yang dilakukan Go Ahead Eagles. Menurut Verdonk, timnya bermain sangat buruk.
"Dalam pertandingan, Anda merasa tidak memenangkan duel, karena Anda melakukannya dengan terlalu lemah. Kami hanya memperhatikan gol lawan," keluh Verdonk.
"Saya merasa lawan selalu memiliki pemain tambahan di lini tengah. Mereka memainkannya dengan baik. Kami sering kali hanya melangkah keluar, yang memberi mereka pemain tambahan. Mereka memainkannya dengan baik, mereka juga memiliki kualitas untuk itu."
Sebelum melawan Go Ahead Eagles, Verdonk menilai performa NEC sangat bagus melawan Ajax. Meski kalah 1-2, mereka tampil militan dan sukses membuat lawannya kerepotan.
"Kami datang ke sini dengan percaya diri, tetapi kemudian Anda dengan cepat tertinggal 3-0. Kemudian semuanya mengalir begitu saja. Saya tidak tahu bagaimana kami bisa memberikan penampilan seperti itu. Itu benar-benar sangat buruk," terang pemain berusia 27 tahun ini.
Verdonk menambahkan, suasana ruang ganti sebenarnya sudah kisruh saat jeda antarbabak. Mereka saling mengeluhkan permainan masing-masing sambil memotivasi untuk bangkit di babak kedua.
Cara itupun cukup membuahkan hasil menurut Verdonk. “Kami saling memberi tahu bahwa kami tidak boleh membiarkan diri kami jatuh, sehingga itu tidak akan menjadi skor yang mengerikan,” bebernya
"Jika tidak, saya kira itu hanya akan menjadi 9-0, mungkin bahkan lebih buruk. Kami berhasil membatasi kerusakan sebanyak yang kami bisa," jelas Verdonk menambahkan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
