
Photo
JawaPos.com-Boesen bersaudara, Anders dan Morten menjadi pahlawan penting yang ikut andil dalam menyelamatkan nyawa bintang Denmark Christian Eriksen.
Eriksen tiba-tiba kolaps pada menit ke-40 pada laga Grup B Euro 2020 antara Denmark melawan Finlandia di Parken Stadium, Copenhagen, 12 Juni lalu.
Eriksen dilaporkan sempat mengalami henti jantung. Dan dokter Anders serta Morten melakukan aksi cepat, tanggap, dan heroik untuk mengembalikan laju jantung Eriksen.
Setelah menjalani 13 menit pertolongan yang mendebarkan dengan melakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP). Juga melakukan sekali treatment defibrillation, Eriksen bisa sadar dan berada dalam kondisi stabil.
Tetapi, siapa yang nyana bahwa Anders dan Morten Boesen ternyata adalah mantan pemain bulu tangkis nasional Denmark.
Anders memiliki karier yang lebih mentereng. Kali terakhir dia berlaga pada ajang internasional, terjadi pada 2015.
Saat itu, Boesen bermain di sektor ganda putra level senior. Dia berpasangan dengan Andreas Borella. Pada Kejuaraan Dunia Senior 2015, Boesen/Borella sempat berhadapan dengan ganda Indonesia/Amerika Serikat Flandy Limpele/Tony Gunawan.
Lalu mengapa seorang pemain bulu tangkis akhirnya menjadi petugas medis ketika dalam masa pensiun? Pelatih ganda putra India Mathias Boe memiliki penjelasan. Kepada The Indian Express, Boe mengatakan bahwa para pemain bulu tangkis di Denmark lumrah sekali mengambil bidang atau studi lain.
SOLIDARITAS: Para pemain Denmark membentuk tembok pelindung untuk paramedis yang tengah memberikan perawatan kepada Christian Eriksen di Stadion Parken, Kopenhagen (12/6). (WOLFANG RATTAY/VARIOUS SOURCES/AFP)
Para pemain Denmark membentuk tembok pelindung untuk petugas medis yang tengah memberikan perawatan kepada Christian Eriksen di Stadion Parken, Copenhagen (12/6). (WOLFANG RATTAY/VARIOUS SOURCES/AFP)
Selain Morten dan Anders, nama-nama pemain Denmark seperti Peter Rasmussen dan Niels Christian Kaldau juga belajar kedokteran. Bahkan Anders mengambil studi kedokteran saat dia berada di puncak karier. Yakni ketika dia menempati ranking tiga dunia tunggal putra.
Salah satu kiprah terbaik Anders Boesen adalah ketika dia membekap pahlawan Indonesia Taufik Hidayat pada babak 16 besar All England 2001.
Setahun setelahnya, Taufik membalas kekalahan itu dengan mengalahkan Boesen pada semifinal Piala Thomas 2002. Laga itu berjalan dengan sangat epik. Boesen menang dua game lebih dulu. Namun, Taufik bangkit dan mengambil tiga game berikutnya dengan skor 6-8, 3-7, 7-5, 7-3, dan 7-1.
Saat itu, Indonesia menang 3-0 melawan Denmark. Indonesia akhirnya menjadi juara dengan mengandaskan Malaysia 3-2 pada partai final di Guangzhou, Tiongkok.
"Ketika di lapangan dia gila dan penuh semangat," ucap Boe. "Dia bermain dengan hati dan agresif. Yang paling kami ingat dari Anders adalah fighting spirit dan kerja kerasnya. Tetapi tentu saja, tempramen itu tidak dia bawa dalam bidang kerjanya sebagai dokter. Dua bersaudara itu, saya kira adalah sosok petarung. Dan saya lega mereka ada di sana untuk Christian," imbuh Boe.
Morten saat ini menjadi dokter di Copenhagen FC, klub top ibu kota dan juara 13 kali Liga Denmark. Sementara itu, Anders dipilih UEFA sebagai dokter di stadion sepanjang Euro 2020.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
