
Chelsea
JawaPos.com – Misi Chelsea meraih double winners musim ini dimulai malam nanti. Ya, sebelum melakoni final Liga Champions dua pekan lagi, The Blues –julukan Chelsea– harus melawan Leicester City pada final Piala FA edisi ke-140 malam nanti (siaran langsung RCTI pukul 23.15 WIB). Laga final berlangsung di Stadion Wembley, London.
Manajer Chelsea Thomas Tuchel sangat antusias menyongsong final ini. Sebab, selain bakal jadi trofi debutnya bersama Chelsea, pelatih asal Jerman itu ingin melanjutkan ’’tradisi’’ dalam karier kepelatihannya.
Yakni, nyaris selalu memenangi ajang domestik nonliga sejak melatih Borussia Dortmund, yang dimulai dengan menjuarai DFB-Pokal pada musim 2016–2017.
Kemudian, tren tersebut berlanjut ketika melatih Paris Saint-Germain(PSG) pada 2018–2020. Bahkan, ketika bersama Les Parisiens, pelatih berjuluk The Professor itu tak hanya sekali memenangi trofi domestik nonliga. Melainkan empat sekaligus. Perinciannya, masing-masing satu gelar Coupe de France dan Coupe de la Ligue. Dua lainnya adalah Trophee des Champions.
’’Sangat disayangkan pertandingan yang digelar di stadion sebesar Wembley bakal tanpa penonton. Tetapi, itu tidak mengurangi fokus dan antusias kami demi trofi pertama (musim ini, Red),’’ papar Tuchel seperti dilansir Football London.
Hanya, optimisme pelatih 47 tahun itu dihadang dua ’’tradisi’’ lainnya. Yang pertama hadir dari kiper Kepa Arrizabalaga. Penjaga gawang asal Spanyol itu dikonfirmasi Tuchel bakal jadi starter pada laga nanti. Tradisi kedua yang bisa menghadang Chelsea adalah jersey.
Untuk Arrizabalaga, tidak sedikit yang mengasumsikan itu adalah rotasi. Penyebabnya, kiper utama Chelsea musim ini adalah Edouard Mendy dan dia dalam kondisi fit.
Namun, Tuchel memiliki dasar atas keputusannya. Sebab, eks kiper Athletic Bilbao itu selama ini jadi pilihan utama Tuchel ketika tampil di luar Premier League dan Liga Champions.
Apalagi, penampilannya di Piala FA musim ini cukup impresif. Dari lima laga, kiper 26 tahun tersebut hanya sekali kebobolan. Total, musim ini Arrizabalaga tampil dalam 12 laga di semua ajang dan membukukan enam clean sheet plus kebobolan sembilan kali.
Hanya, Arrizabalaga memiliki ’’tradisi’’ buruk ketika dipercaya jadi starter pada final di luar Premier League. Dari tiga final, Chelsea kalah dua kali ketika Arrizabalaga jadi starter.
Yakni, pada Piala Liga 2018–2019 dan Piala Super Eropa musim lalu. Dia hanya bertuah di final Liga Europa dua musim lalu.
’’Tradisi’’ berikutnya yang menyangkut jersey, lebih kepada flashback final Liga Champions 2007–2008. Kala itu, Chelsea yang di final bersua Manchester United mengenakan jersey kandang untuk musim depan. Ternyata, hasilnya buruk. Mereka kalah melalui adu penalti.
Nah, untuk malam nanti, Chelsea juga dijadwalkan memakai jersey baru mereka untuk laga kandang musim depan. Warna kebesaran biru masih dominan. Hanya, perpaduan motif zig-zag dan kotak-kotak yang lebih kentara plus garis kuning vertikal di bagian samping jadi pembeda dibanding jersey kandang musim ini yang cenderung lebih kalem.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
