
Portugal
JawaPos.com – Cristiano Ronaldo tidak pernah sefrustrasi kemarin (28/3) selama mengenakan jersey timnas Portugal. Gara-gara golnya ke gawang Serbia pada menit ketiga injury time tidak disahkan wasit, Ronaldo memilih meninggalkan lapangan sebelum peluit panjang dibunyikan.
Bahkan, sebelum kakinya melangkah keluar lapangan, CR7 membanting ban kapten yang dikenakannya. Bintang Juventus itu melampiaskan kekecewaannya setelah protesnya tak digubris wasit Danny Makkelie asal Belanda.
Tercatat sembilan kali Ronaldo melambaikan tangan sebagai gestur komplain. Bukan hanya tidak digubris wasit, kapten A Selecao itu malah dikartu kuning.
Dari tayangan ulang televisi, tendangan Ronaldo yang terlambat disergap kiper Serbia Marko Dmitrovic memang sudah melewati garis gawang sebelum dihalau bek Stefan Mitrovic.
Seandainya gol Ronaldo disahkan, laga kualifikasi Piala Dunia 2022 antara Serbia versus Portugal di Stadion Rajko Mitic itu tidak akan berakhir sama kuat (2-2).
”Skandal Beograd”. Begitu judul utama di surat kabar Portugal, Maisfutebol. Ronaldo juga menumpahkan kekecewaan via akun Instagram-nya.
’’Terkadang, ada momen-momen yang sulit. Terutama momen saat aku merasa kalau negaraku dirugikan,’’ tulis Ronaldo.
Kasus gol hantu Ronaldo seakan memberi tekanan kepada FIFA untuk lebih welcome dengan penggunaan teknologi. Khususnya penggunaan video assistant referee (VAR) yang sudah jamak diterapkan di sepak bola Eropa alias oleh UEFA.
Memang FIFA tidak akan bisa memberlakukan VAR di semua laga kualifikasi. Sebab, selain tidak semua stadion mendukung untuk penggunaan VAR, biaya pertandingan otomatis membengkak karena butuh tambahan 3–4 wasit yang bertugas di ruang VAR.
AFC, misalnya, tidak menerapkan VAR dalam kualifikasi Piala Dunia 2022 karena pertimbangan tersebut.
Tapi, untuk kualifikasi zona Eropa, aneh rasanya ketika UEFA memilih tidak menerapkannya. ”Andaikan ada (VAR, Red), wasit tentu bisa mengambil keputusan tepat. Sebab, bola sudah masuk lebih dari setengah meter ke dalam gawang. Tidak mungkin gol itu sampai tak disahkan,’’ kata treinador Portugal Fernando Santos di laman resmi FPF (PSSI-nya Portugal).
Yang menarik, setelah laga, Makkelie membenarkan bahwa bola memang telah masuk ke gawang Serbia. Hal itu diketahui dari pengakuan Santos.
”Dia (Makkelie, Red) menyampaikan permintaan maaf kepada kami. Dia mengatakan, dalam kompetisi seperti ini seharusnya memang memakai VAR atau teknologi garis gawang,” beber Santos yang kemarin genap menjalani laga keseribu dalam karir kepelatihannya sejak 1988.
Terpisah, pelatih Serbia Dragan Stojkovic secara tersirat juga mengakui gol Ronaldo sah. ’’Aku tidak berhak mengomentari keputusan wasit, baik itu komentar buruk maupun baik. Dalam dunia olahraga, kesalahan sudah jadi bagiannya,’’ tutur Stojkovic kepada A Bola.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
