Kapten Juventus Manuel Locatelli. (Dok. Manuel Locatelli)
JawaPos.com - Langkah Juventus di Liga Champions UEFA musim ini resmi terhenti setelah duel sengit kontra Galatasaray. Meski menang 3-2 pada leg kedua, wakil Italia itu kalah agregat 5-7 dan harus mengubur mimpi melaju lebih jauh.
Bermain di hadapan publik sendiri, Juventus sebenarnya tampil agresif sejak menit awal. Tekanan tinggi dan distribusi bola yang rapi membuat mereka mampu mengontrol permainan dalam banyak fase.
Secara statistik dan performa individu, sejumlah pemain tuan rumah layak mendapat apresiasi.
Sorotan utama tentu tertuju pada Manuel Locatelli.
Gelandang tim nasional Italia tersebut tampil nyaris tanpa cela dengan rating 8,7. Ia menjadi poros permainan, memutus alur serangan lawan, sekaligus mengalirkan bola dengan akurat ke lini depan.
Mobilitas dan ketenangannya di momen krusial membuat Juventus tetap kompetitif hingga akhir laga.
Kontribusi penting juga datang dari Weston McKennie yang mencatat rating 8,2. Pergerakannya dari lini kedua beberapa kali merepotkan pertahanan Galatasaray.
Sementara di lini belakang, Federico Gatti tampil solid dan bahkan ikut menyumbang gol. Bek tengah tersebut diganjar rating 7,9 berkat performa konsistennya.
Namun, satu momen menjadi titik balik yang sulit diperbaiki. Kartu merah yang diterima Lloyd Kelly membuat Juventus kehilangan keseimbangan di fase akhir pertandingan.
Ia hanya memperoleh rating 4,9, terendah di antara pemain tuan rumah. Dalam laga sepenting ini, kehilangan satu pemain jelas memberi dampak besar.
Beberapa nama lain seperti Kenan Yildiz (7,0) dan Khephren Thuram (7,3) tampil cukup stabil, meski belum mampu mengubah nasib tim. Di lini depan, Jonathan David mendapat rating 6,5 setelah kesulitan menembus pertahanan rapat lawan.
Dari kubu Galatasaray, duet Davinson Sanchez dan Baris Alper Yilmaz sama-sama mengoleksi rating 7,5. Keduanya tampil disiplin dan efektif dalam memanfaatkan celah.
Sementara itu, Victor Osimhen mencetak gol penting dan meraih rating 7,2, gol yang pada akhirnya memastikan langkah tim tamu.
Kemenangan ini tak cukup bagi Juventus untuk membalikkan keadaan secara agregat. Meski sejumlah pemain menunjukkan performa impresif, efektivitas dan ketenangan di momen penentuan menjadi pembeda. Bagi Galatasaray, hasil ini menjadi bukti ketangguhan mereka di panggung Eropa.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
