Jose Mourinho memberi arahan kepada skuad Benfica. (Photo by Torbjorn Tande/DeFodi Images/DeFodi)
JawaPos.com - Kemenangan Benfica atas Real Madrid tak hanya menyisakan cerita soal hasil di papan skor, tetapi juga momen emosional di pinggir lapangan.
Melansir Defensa Central, Jose Mourinho, pelatih Benfica, secara terbuka meminta maaf kepada Alvaro Arbeloa atas selebrasinya setelah gol terakhir yang memastikan tim asal Portugal itu melaju ke fase berikutnya Liga Champions.
Selebrasi tersebut memang terlihat penuh luapan emosi, sesuatu yang identik dengan Mourinho. Namun, di balik itu ada penyesalan yang segera diungkapkan.
“Saya terlalu berlebihan, saya benar-benar minta maaf… Sampaikan juga kepada presiden,” ujar Mourinho kepada Arbeloa.
Kalimat itu menjadi penegas bahwa, meski kini berada di kubu lawan, pelatih asal Portugal tersebut masih menyimpan rasa sayang yang khusus terhadap Real Madrid.
Baginya, lebih baik menyingkirkan tim lain dari delapan besar, tetapi sepak bola terkadang menghadirkan skenario yang tak terhindarkan.
Di sisi lain, Arbeloa sama sekali tidak mempermasalahkan selebrasi Mourinho. Ia memahami betul karakter sang pelatih, terlebih Benfica sendiri tengah menjalani periode yang tidak mudah di liga domestik.
Lolos ke babak play-off Liga Champions menjadi sumber kebahagiaan besar bagi tim, sehingga luapan emosi dianggap wajar.
Menariknya, peluang mempertemukan kembali Benfica dan Real Madrid di babak 16 besar tetap terbuka jika keduanya mampu melewati laga play-off masing-masing.
Di atas lapangan, Benfica tampil habis-habisan. Bermain di kandang, mereka menunjukkan diri sebagai tim yang solid dan agresif.
Peluang demi peluang tercipta, sementara Mourinho kembali memperlihatkan keahliannya meracik permainan dengan tekanan tinggi dan transisi cepat. Real Madrid memang berjuang, tetapi intensitas mereka tak sebanding, sehingga Benfica mampu memenangkan sebagian besar duel penting.
Kondisi ini memperpanjang daftar masalah yang dihadapi Real Madrid. Para penggemar mulai kehilangan kesabaran.
Madridista tak lagi sekadar menuntut nama besar; mereka ingin melihat pemain yang berjuang untuk tim, yang mau bekerja keras dan membuktikan diri layak disebut terbaik di dunia.
Sulit diterima ketika tim dengan intensitas tinggi dan disiplin taktis sederhana saja mampu merepotkan Real Madrid sedemikian rupa.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
