Sebelum meninggal, Gordon Mcqueen mengidap cedera otak akibat kebiasaan menyundul bola. (X/@ManUtd)
JawaPos.com - Mantan bek tim nasional Skotlandia Gordon McQueen, yang wafat pada 2023, kemungkinan mengalami cedera otak akibat kebiasaan menyundul bola selama karier profesionalnya.
Dalam sidang penyelidikan kematian (inquest) yang digelar di Northallerton, North Yorkshire, seorang petugas yang melakukan pemeriksaan mayat (koroner), Jon Heath, menyatakan bahwa benturan kepala berulang yang dialami McQueen selama bermain sepak bola kemungkinan besar berkontribusi terhadap cedera otak yang dideritanya.
Gordon McQueen meninggal dunia pada Juni 2023 dalam usia 70 tahun di kediamannya di North Yorkshire.
Penyebab langsung kematiannya ialah pneumonia. Namun, koroner menjelaskan bahwa kondisi itu terjadi setelah McQueen mengalami penurunan fisik ekstrem dan harus terbaring di tempat tidur selama berbulan-bulan.
Menurut keterangan dalam persidangan, kondisi rapuh yang dialami McQueen disebabkan kombinasi antara demensia vaskular dan chronic traumatic encephalopathy (CTE), yakni gangguan otak degeneratif yang berkaitan erat dengan benturan kepala berulang.
Jon Heath selaku koroner menegaskan bahwa kegiatan menyundul bola (heading) selama bertahun-tahun kemungkinan menjadi faktor utama munculnya CTE.
“Kemungkinan besar benturan kepala berulang akibat menyundul bola saat bermain sepak bola berkontribusi terhadap CTE yang diderita,” ujar Heath dikutip dari The Guardian, Senin (26/1).
Dalam persidangan itu, putri Gordon McQueen yang juga seorang presenter televisi Hayley McQueen turut hadir untuk mendengarkan putusan.
Hayley mengungkapkan bahwa ayahnya sempat menyadari kemungkinan hubungan antara masa lalunya sebagai pesepak bola dengan penyakit yang dideritanya.
“Dia (Gordon McQueen) pernah berkata bahwa menyundul bola selama bertahun-tahun mungkin tidak membantu kondisi kesehatannya,” tutur Hayley.
Meski relatif jarang mengalami cedera serius saat aktif bermain, McQueen diketahui sempat mengalami beberapa gegar otak. Namun, pada era tersebut, pemain yang mengalami benturan kepala umumnya tetap melanjutkan pertandingan tanpa penanganan medis khusus.
Setelah wafat, keluarga McQueen menyumbangkan otak sang bintang Manchester United untuk diteliti oleh Prof Willie Stewart, seorang konsultan neuropatologi dari Queen Elizabeth University Hospital, Glasgow. Stewart menemukan bukti jelas adanya CTE serta demensia vascular pada organ vital McQueen.
Dalam keterangannya, Stewart menilai satu-satunya bukti yang paling menonjol atas kematian sang legenda ialah tingginya paparan kegiatan menyundul bola yang dialami sang pemain sepanjang kariernya.
McQueen sendiri dikenal sebagai salah satu bek tangguh generasi 1970-an. McQueen memperkuat Leeds United sejak 1972, membantu klub meraih gelar liga musim 1973–1974, serta tampil di final Piala Champions Eropa (sekarang Liga Champions) 1975.
Gordon McQueen kemudian bergabung dengan Manchester United dan memenangkan Piala FA pada 1983.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
