
Mantan pelatih Barcelona Ernesto Valverde dan Luis Enrique.(X/@SrNaninho)
JawaPos.com-Mantan pelatih Barcelona Ernesto Valverde dan Luis Enrique serta Presiden klub Joan Laporta memberikan kesaksian di hadapan Hakim Alejandra Gil pada Jumat (12/12). Mereka bersaksi dalam penyelidikan Kasus Negreira.
Valverde dan Enrique hadir melalui konferensi video, sementara Laporta memberikan keterangan langsung di pengadilan.
Pemeriksaan utama difokuskan pada penggunaan laporan wasit yang diduga menjadi alasan di balik pembayaran senilai EUR 7,2 juta. Kedua pelatih secara tegas membantah pernah menerima atau menggunakan laporan tersebut.
"Baik saya maupun staf kepelatihan saya tidak pernah ditawari laporan wasit. Tetapi saya juga tidak membutuhkannya," ujar Valverde dikutip melalui laman Marca, Sabtu (13/12).
"Baik pada masa pertama saya di tim cadangan maupun kemudian di tim utama, kami tidak ditawari laporan wasit," ujar Enrique yang sependapat dengan Valverde.
Terkait isu favoritisme wasit selama masa jabatan mereka di Barcelona, kedua pelatih membantahnya. "Kami tidak diuntungkan," tegas Valverde.
Luis Enrique menambahkan bahwa anggapan wasit menguntungkan tim yang menang dan merugikan tim yang kalah adalah dinamika yang lazim dalam sepak bola.
Sementara itu, Presiden Joan Laporta, yang selalu membela adanya laporan wasit, memberikan keterangan mengenai penyimpanan dokumen tersebut. Dia menjelaskan bahwa laporan dari periode pertamanya sebagai presiden telah dimusnahkan karena kebijakan penghancuran dokumen setiap lima tahun.
Namun, laporan dari periode kepengurusan terakhir Laporta ternyata tersimpan. Dia menyebutkan, lebih dari 600 laporan wasit ditemukan secara kebetulan.
"Laporan-laporan itu ditemukan secara kebetulan di dalam sebuah kotak, di bagian belakang lemari," ungkap Laporta.
Laporta mengklaim bahwa ia tidak mengetahui pembayaran tersebut dilakukan kepada Enriquez Negreira, bahkan mengaku tidak mengenalnya. Dia menjelaskan bahwa jumlah pembayaran tersebut tidak dibahas dalam rapat Dewan Direksi saat pertama kali menjabat. Sebab, nilainya dianggap tidak signifikan sehingga tidak perlu dilaporkan kepadanya.
Mengenai praktik saat ini, Laporta membenarkan bahwa pembuatan laporan wasit masih berlanjut. Namun, dia menjelaskan adanya penurunan signifikan dalam biaya tahunan dari EUR 700 ribu menjadi EUR 49 ribu, karena kini proses tersebut ditangani staf yang terdiri atas empat puluh orang di klub.
Dalam persidangan, Laporta juga membahas penyelidikan perpajakan (Hacienda) yang sempat disetujui klub. Dia mengklarifikasi bahwa penyelidikan tersebut sebetulnya dipicu masalah terkait agen FIFA, bukan langsung terkait pembayaran Negreira.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
