
Nico Williams.
Jawapos.com - Barcelona baru saja kembali ke Spotify Camp Nou dengan suasana baru dan energi yang membuncah. Mereka menang telak empat gol, stadion kembali hidup, dan semuanya harusnya terasa manis, kecuali bagi satu pemain lawan yang jadi sasaran sorakan sepanjang malam, yakni Nico Williams.
Para culés jelas belum move on. Musim panas lalu, winger Athletic Club itu nyaris berseragam Barcelona sebelum akhirnya memutuskan bertahan di Bilbao. Keputusan yang membuat publik Camp Nou patah hati dan, tampaknya, masih menyisakan sentimen sampai hari ini.
Beberapa bulan setelah saga transfer itu, Williams akhirnya berbicara blak-blakan tentang alasannya.
Dalam wawancaranya dengan SPORT, Williams tak ragu menjelaskan mengapa ia membatalkan transfer ke Barcelona di waktu yang begitu mepet.
"Saya selalu mengutamakan perasaan saya, dan saya telah dibimbing oleh hati saya. Saya sangat akrab dengan orang-orang saya, dan di sini, di Bilbao, saya memiliki keluarga yang selalu saya andalkan dalam setiap langkah hidup saya," ujarnya, menegaskan bahwa kenyamanan dan kedekatan dengan keluarga jadi faktor utama.
Dan tentu saja, ada pengaruh sang kakak, Iñaki Williams.
“Saya suka mendengarkan kakak saya, dia selalu punya nasihat bagus untuk saya, dan sekarang bisa menikmati bermain di Liga Champions bersama adalah sebuah mimpi,” tambahnya.
Bagi Willians, ikatan keluarga tampaknya lebih kuat dibandingkan godaan klub besar.
Tentang Lamine Yamal
Williams juga membahas bintang muda Barcelona sekaligus teman dekatnya, Lamine Yamal. Hubungan keduanya memang akrab, dan ia tak ragu melempar gurauan kecil.
“Dia punya bakat luar biasa, dan dia menunjukkannya setiap hari, tapi dia tahu kalau aku ayahnya,” candanya.
Selain memuji kemampuan Yamal, Williams juga membela sahabatnya itu terkait gaya hidup sang remaja, yang sering mendapat sorotan media.
“Setiap orang menjalani hidup sesuai keinginannya, tapi menurutku yang terpenting adalah bersikap profesional dan selalu memberikan yang terbaik saat bermain,” jelasnya.
"Di luar lapangan, kami juga perlu bersantai dan menikmati waktu, seperti orang lain. Selama ada rasa hormat dan komitmen, saya tidak melihat masalah dengan itu," lanjutnya.
Meski banyak yang menyayangkan pembatalan transfer tersebut, Williams tampaknya mantap dengan pilihannya. Ia merasa bahagia, nyaman, dan berada di lingkungan yang mendukung karier serta kehidupannya. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
