
Harry Kane (Bayern) dibayangi Cristhian Mosquera (Arsenal). (Dok Bayern Munchen)
JawaPos.com-Rekor tak terkalahkan 18 pertandingan Liga Champions Bayern Munchen berakhir di tangan Arsenal, pada Kamis (27/11). Penyerang Harry Kane menegaskan Timnya tidak terlalu panik.
Tim asuhan Vincent Kompany saat ini posisi kedua klasemen liga, Bayern Munchen dikalahkan gol-gol dari Jurrien Timber, Noni Madueke, dan Gabriel Martinelli dalam kekalahan telak 3-1. Lennart Karl menjadi pencetak gol bagi tim tamu.
Bayern sebelumnya menikmati rekor dominan luar biasa melawan The Gunners, tidak terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir mereka (M4 S1). Tiga kemenangan di antaranya berakhir dengan skor meyakinkan 5–1.
Namun kali ini ceritanya berbeda. Kehebatan tendangan bebas Arsenal sekali lagi terbukti menentukan, mengangkat tim Mikel Arteta ke puncak klasemen Liga Champions.
Saat merenungkan kekalahan itu, Kane menepis anggapan terjadinya kepanikan, dan malah menunjuk pada konsistensi yang ditunjukkan Bayern sepanjang musim.
"Pertandingan yang sulit, sesuai dengan yang kami perkirakan. Pertarungan di babak pertama berjalan alot, dan cukup berimbang. Di babak kedua kami tidak memiliki energi atau intensitas yang sama dan kami kalah dalam banyak duel," ujar Kane kepada TNT Sports.
"Ini kekalahan pertama kami musim ini. Kami tidak ingin terlalu panik. Tapi kami pasti akan belajar darinya," sambung dia.
Kane tampil cukup baik secara individu di Emirates, menyelesaikan 90 menit untuk Bayern tanpa mencoba satu tembakan pun. Ini untuk ketiga kalinya sejak bergabung dengan klub pada 2023 (sebelumnya pada Oktober 2023 melawan FC Copenhagen dan Agustus 2025 melawan FC Augsburg).
Itu juga merupakan kali kedua dalam 22 penampilan sepanjang karirnya melawan Arsenal di mana dia gagal melepaskan satu tembakan pun.
"Arsenal memenangkan bola pertama dan kedua, dan dalam situasi bola mati, kami tahu mereka akan berbahaya. Saya yakin kita akan bertemu mereka lagi di babak selanjutnya Liga Champions," ucap Kane.
"Mereka bertahan satu lawan satu hampir di seluruh lapangan. Seperti yang sudah saya katakan, saya rasa ini bukan saatnya panik," kata dia.
"Kami telah bermain melawan Chelsea, Paris Saint-Germain, dan Arsenal di kandang lawan, dan kami telah memenangkan sebagian besar pertandingan kami," ujar Kane.
Pelatih kepala Bayern Vincent Kompany juga ditanyai tentang klaim Mikel Arteta bahwa Bayern saat ini adalah tim terbaik di Eropa, tetapi pria Belgia itu dengan cepat mengecilkan label tersebut.
"Kami sudah berdiskusi tiga minggu lalu saat melawan PSG. Mereka juga menyebutkan hal yang sama," ungkap Kompany.
"Saya rasa tidak ada di antara kami yang ingin menjadi tim terbaik di bulan November. Kami berusaha mengerahkan segalanya sekarang untuk membangun musim kami agar bisa tampil di momen-momen penting," tuturnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
