
Pelatih Benfica, Jose Mourinho. (Valter Gouveia/NurPhoto)
JawaPos.com - Jose Mourinho akhirnya memetik kemenangan perdana di Liga Champions bersama Benfica. Setelah melalui empat laga awal yang berakhir dengan kekalahan, pelatih berjuluk The Special One itu membawa klub asal Lisbon tersebut meraih tiga poin penting saat menaklukkan Ajax 2-0 di Amsterdam, Rabu (26/11) dini hari. Kemenangan ini menjadi titik balik yang sangat dibutuhkan Benfica, sekaligus menghidupkan kembali peluang tipis mereka untuk meraih tempat di fase gugur Liga Champions 2025-2026.
Pertanyaan mengenai kapan kemenangan pertama Mourinho bersama Benfica akan tiba sempat menjadi bahasan besar dalam beberapa pekan terakhir. Pelatih yang dua kali mengangkat trofi Liga Champions tersebut baru bergabung pada September lalu, hanya tiga minggu setelah berpisah dari Fenerbahce. Namun, awal petualangannya di Eropa bersama Benfica berjalan tidak mulus. Empat laga, empat kekalahan, sebuah catatan yang tidak biasa untuk pelatih sekelas Mourinho, terlebih di kompetisi yang pernah membesarkan namanya.
Situasi itu berubah di Johan Cruyff Arena. Benfica tampil lebih terstruktur dan efisien, memanfaatkan dua momen krusial untuk memastikan kemenangan perdana. Gol cepat Samuel Dahl membuka jalan. Berawal dari sundulan Nicolas Otamendi yang mampu ditepis kiper Ajax, Vitezslav Jaros, bola jatuh tepat di depan Dahl. Bek kiri asal Denmark itu melepaskan tendangan voli keras yang tak mampu dihentikan Jaros. Gol tersebut memberi kepercayaan diri Benfica untuk mengontrol permainan.
Ajax mencoba merespons, tetapi kondisi mereka musim ini jauh dari ideal. Klub asal Amsterdam itu masih belum mencatat kemenangan di Liga Champions 2025-2026 dan tetap berada di posisi terbawah dari 36 peserta, satu-satunya tim yang belum meraih poin. Tekanan di kubu tuan rumah terlihat sepanjang laga, sementara Benfica perlahan membangun ritme tanpa harus memaksakan permainan terbuka.
Benfica kemudian memastikan kemenangan pada menit ke-90 melalui Leandro Barreiro. Memanfaatkan ruang di lini tengah, gelandang asal Luksemburg itu menusuk dan menuntaskan peluang untuk membawa Benfica pulang dengan skor 2-0. Gol tersebut tidak hanya menutup pertandingan, tetapi juga menegaskan bahwa Benfica masih memiliki daya juang untuk mengejar peluang di fase liga ini.
Dengan hasil ini, Benfica mengoleksi tiga poin dari lima pertandingan. Posisi mereka masih berat dan peluang untuk masuk 24 besar memang tipis, namun Mourinho menegaskan sejak awal bahwa dirinya tidak pernah merasa Benfica telah tersingkir. Usai kekalahan terakhir dari Bayer Leverkusen pada 5 November, Mourinho sempat menyebut bahwa “tidak ada yang bisa meyakinkan saya bahwa kami tersingkir.” Kemenangan atas Ajax menjadi bukti pertama dari keyakinan tersebut.
Benfica selanjutnya akan berhadapan dengan Napoli pada 10 Desember, laga pertama dari tiga pertandingan tersisa yang sangat krusial. Ketiganya harus dimaksimalkan jika Benfica ingin tetap berada dalam perburuan tempat menuju babak gugur. Dengan momentum ini, Mourinho memiliki dasar yang lebih solid untuk membangun kembali kepercayaan diri tim dan memperbaiki posisi mereka.
Di sisi lain, kekalahan ini memperdalam krisis Ajax di kompetisi Eropa. Tanpa kemenangan dan tanpa poin, mereka kini menjadi tim dengan performa terburuk di fase liga Liga Champions musim ini. Kondisi tersebut semakin menambah tekanan di internal klub, yang dalam beberapa musim terakhir kesulitan mempertahankan stabilitas baik di lapangan maupun manajemen.
Kemenangan Benfica juga menjadi pengingat bahwa pengalaman Mourinho di kompetisi ini tetap relevan. Meski start buruk sempat memunculkan keraguan, kemenangan perdana di Amsterdam membuka kembali narasi bahwa pelatih berpengalaman tersebut masih mampu memberikan efek langsung di panggung Eropa.
Dengan tiga laga tersisa, tantangan berikutnya adalah mempertahankan konsistensi agar Benfica tetap berada dalam jalur persaingan. Bagi Mourinho dan Benfica, kemenangan ini lebih dari sekadar tiga poin, ini adalah awal dari usaha naik kembali ke peta persaingan Liga Champions musim ini.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
