
Skuad Timnas Malaysia. (Dok. FAM)
JawaPos.com - Presiden Johor Darul Ta'zim (JDT), yang juga dikenal sebagai inisiator proyek Harimau Malaya, kembali menjadi sorotan setelah merilis penyataan resmi di akun X @HRHJohorII terkait sanksi FIFA terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dan tujuh pemain naturalisasi.
Dalam pernyataannya, ia menjelaskan bahwa FAM telah mengikuti semua prosedur sebagaimana mestinya. Ia menegaskan bahwa dokumen pengajuan pemain naturalisasi tersebut sebelumnya telah mendapat persetujuan dari FIFA. Karena itu, ia mempertanyakan alasan FIFA tiba-tiba mengubah keputusan yang sudah disahkan.
"FAM sudah mengikuti proses dan bekerja sama dengan FIFA & Pemerintah Malaysia. FIFA pun sudah menyetujui sebelumnya, tetapi mengapa keputusannya berubah sekarang? Apa yang terjadi sampai tiba-tiba ada keputusan seperti ini? Apakah ada entitas luar yang terlibat memengaruhi keputusan FIFA?" tulis HRH Crown Prince of Johor, dikutip melalui X, Sabtu (27/9).
Selain itu, dalam pernyataannya ia menyinggung adanya kemungkinan keterlibatan pihak eksternal yang diduga memengaruhi keputusan FIFA. Ia secara langsung menyebut entitas yang berbasis di New York sebagai pihak yang berperan dalam dinamika ini. Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden FIFA diketahui menghadiri pertemuan di New York, dua hari sebelumnya.
"Satu pertanyaan lagi, hukuman telah dijatuhkan tanpa memberikan alasan keputusan. Selain itu, FIFA cepat-cepat mengeluarkan keputusan tersebut ke ranah publik meskipun proses banding belum selesai. Siapa yang berada di New York? Saya berharap FAM akan mengajukan banding secepat mungkin. Ini adalah surat konfirmasi dari Departemen Pendaftaran Negara. Tidak mungkin kita takut dan mau tunduk pada individu-individu yang khawatir dengan kebangkitan Harimau Malaya (julukan timnas Malaysia). Lawan tetap lawan. Berani karena benar," lanjutnya.
Sanksi FIFA yang dijatuhkan meliputi denda sebesar CHF 350.000 kepada FAM, larangan bermain selama 12 bulan untuk tujuh pemain naturalisasi, serta denda masing-masing CHF 2.000 bagi para pemain.
Hingga saat ini, FAM bersama pihak terkait masih menunggu proses banding untuk menentukan arah selanjutnya. Kasus ini menjadi titik penting dalam perjalanan proyek naturalisasi yang selama ini diinisiasi untuk memperkuat skuad nasional Malaysia.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
