Bek Inggris, Ezri Konsa, melindungi wajahnya dari tembakan laser yang datang dari bangku penonton. (Dok. ITV)
JawaPos.com – Timnas Serbia diperkirakan akan dikenakan denda berat menyusul insiden dan kekacauan yang terjadi dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa Grup K, di mana Serbia melawan Inggris pada Rabu (10/9) dini hari WIB.
Dalam pertandingan tersebut, Serbia dibantai 5-0 oleh tim asuhan Thomas Tuchel di Stadion Rajko Mitic. Semua gol Inggris dicetak dari lima bintang berbeda, mulai dari Harry Kane, Noni Madueke, Ezri Konsa, Marc Guehi, hingga Marcus Rashford.
Meskipun malam tersebut adalah kejayaan yang indah bagi pasukan The Three Lions, tetapi terjadi beberapa insiden serta kekacauan di dalam lapangan yang dimulai dari bangku penonton pendukung Serbia.
Reporter ITV di pinggir lapangan, Gabriel Clarke melaporkan telah terjadi kerusuhan di tribun utama, sesama penggemar Serbia membuat kekacauan setelah perdebatan yang mereka ciptakan sendiri.
"Kerusuhan terjadi di tribun utama dan cukup meresahkan selama beberapa menit. Beberapa orang (penggemar) Serbia berlarian melintasi tribune, ada juga keluarga yang terlibat. Beberapa (penonton) anak-anak bahkan harus dipindahkan."
"Itu adalah para penggemar Serbia yang berdebat satu sama lain. Pertengkaran itu bermuatan politik, pro dan antipemerintah. Polisi telah turun tangan dan menenangkan (kekacauan) situasi," jelas Clarke.
Dalam kekacauan tersebut dilaporkan tidak ada korban jiwa. Kejadian perdebatan atau konflik mengenai politik di Serbia ini sangat mengkhawatirkan mengingat pada November tahun lalu kejadian seperti itu menelan 16 korban meninggal.
Sementara itu, dalam insiden terpisah, para pemain Inggris menjadi sasaran laser dari bangku penonton hingga pertandingan sempat dihentikan untuk sementara.
Korban pertama adalah Reece James, yang menjadi sasaran tembakan laser saat mengambil tendangan bebas, tetapi tampaknya tidak terkena dampaknya. Namun, Konsa yang menjadi korban kedua terlihat menutupi wajahnya setelah laser ditembakkan ke arahnya.
Pengadil di lapangan, Clement Turpin, menghentikan pertandingan sejenak untuk pengarahan di pinggir lapangan dengan asistennya. Sebelum akhirnya ofisial pertandingan memutuskan bahwa pertandingan aman untuk dilanjutkan.
Namun, mantan wasit FIFA dan mantan kepala PGMOL, Keith Hackett, mengatakan kepada Football Insider bahwa Serbia seharusnya mendapatkan denda berat yang signifikan sebagai hukuman atas insiden dan kekacauan yang meresahkan ini.
“Penggunaan laser berbahaya dan tidak dapat diterima. (Clement) Turpin, wasit Prancis, adalah wasit yang sangat berpengalaman dan pasti sudah diberitahu (bagaimana cara menghadapi insiden ini)."
“Pengamat pertandingan yang hadir (di lapangan) akan meminta pengumuman tersebut. Masalah ini akan dilaporkan kepada pihak berwenang dan Serbia akan dikenai denda yang cukup besar,” ujar Hackett tentang insiden Serbia vs Inggris ini.
Sementara menurut BBC Sport, Asosiasi Sepak Bola Serbia telah mendapat denda lebih dari GBP 600 ribu oleh FIFA dan UEFA hanya dalam lima tahun terakhir karena anarkisme pendukung mereka, meskipun sebelum pertandingan melawan Inggris, para pendukung Serbia sudah diberi peringatan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
