Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 00.22 WIB

Manchester City dan Pep Guardiola Catat Start Terburuk, Digilas Brighton 2-1 di Liga Inggris

Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (Dok. City) - Image

Pelatih Manchester City Pep Guardiola. (Dok. City)

JawaPos.com - Manchester City kembali menelan kekalahan pada pekan ketiga Liga Inggris musim 2025/2026 saat menghadapi Brighton. Tim pemegang enam gelar Liga Inggris dalam tujuh musim terakhir kalah dengan skor 2-1.

Pertandingan yang berlangsung di Amex Stadium tersebut, Manchester City sebenarnya berhasil unggul lebih dulu melalui gol Erling Haaland dalam pertandingan ke-100 striker asal Norwegia tersebut di Liga Inggris. Gol tersebut sekaligus menjadi yang ke-88 bagi topskor Liga Inggris musim 2022/2023 bersama Manchester City di kompetisi liga.

Sebenarnya City mendominasi sampai menit ke-60. Pelatih Brighton, Fabian Hurzeler, melakukan pergantian empat pemain sekaligus dengan memasukkan James Milner, Brajan Gruda, Georginio Rutter, dan Yasin Ayari. Pergantian tersebut membuat Manchester City kehilangan kendali pertandingan.

James Milner menyamakan kedudukan pada menit ke-67 melalui eksekusi penalti dan Brajan Gruda memastikan kemenangan Brighton dengan mencetak gol di menit ke-89 memanfaatkan umpan Mitoma.

"Kami kebobolan gol dan setelah itu, momentumnya berubah. Kami bermain bagus selama satu jam, lalu setelah setengah jam terakhir, performa kami menurun. Kami lupa mengoper bola, hanya memainkan bola-bola panjang, dan performa kami kurang bagus. Begitulah adanya," ujar Guardiola kepada Sky Sports.

Dengan hasil ini, Manchester City saat ini berada di peringkat 13 dengan poin 3, sedangkan Brighton berada di posisi 11 dengan poin 4.

Bagi Manchester City, dengan hasil dua kekalahan dari tiga laga awal, menjadi musim terburuk untuk The Citizens sejak musim 2004/2005, di mana pada musim tersebut, tim yang bermarkas di Etihad Stadium tersebut finish di peringkat 8.

Pada musim 2004/2005, Manchester City di tiga laga awal meraih satu kali imbang dan dua kali kalah. Sedangkan bagi Pep Guardiola, dua kekalahan dari tiga laga awal menjadi start terburuk sejak mulai melatih tim utama pada musim 2008/2009 bersama FC Barcelona.

Start terburuk Pep Guardiola bersama FC Barcelona dari tiga laga awal terjadi pada musim 2008/2009, di mana saat tim asal Catalan tersebut meraih satu kalah, satu imbang, dan satu kemenangan. Namun pada musim tersebut, Blaugrana berhasil menjadi juara Liga Spanyol.

Saat melatih Bayern Munich dari 2013-2016, Pep Guardiola catat start terburuk saat musim 2014/2015, di mana pada saat musim FC Hollywood meraih gelar juara tersebut dari tiga laga awal, meraih dua kemenangan dan satu kali imbang.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore