Aksi Nuno Mendes dan Lamine Yamal saat final Nations League. (Football365)
JawaPos.com - Portugal sukses merebut gelar juara UEFA Nations League 2025 setelah mengalahkan Spanyol lewat adu penalti dramatis dengan skor 5-3 di Allianz Arena, Senin (9/6). Namun, di balik euforia kemenangan dan tangis haru Cristiano Ronaldo, ada satu nama yang mencuri perhatian, Nuno Mendes.
Bek kiri Paris Saint-Germain itu tampil luar biasa, bukan hanya dalam bertahan, tetapi juga sebagai ancaman nyata di sisi kiri serangan Portugal. Menghadapi Spanyol yang sebelumnya digadang-gadang akan mengandalkan keajaiban Lamine Yamal, Mendes justru membuat bintang muda itu tak berkutik sepanjang laga.
Sejak menit awal, sorotan media tertuju pada duel antara Yamal dan Mendes. Banyak yang mengantisipasi kehebatan sang remaja ajaib Spanyol, apalagi usai tampil cemerlang melawan Prancis di semifinal. Namun, justru Yamal yang jadi bulan-bulanan. Mendes berkali-kali mematikan pergerakannya dan bahkan sempat mempermalukannya lewat akselerasi dan drag-back elegan di babak kedua.
Puncaknya, Mendes menjadi aktor penting di balik gol kedua Portugal yang dicetak Cristiano Ronaldo. Sebuah sprint luar biasa dari sisi kiri membuat Yamal tertinggal jauh, sebelum umpan silangnya menciptakan kemelut yang berhasil dimanfaatkan Ronaldo untuk menyamakan skor 2-2.
Spanyol lebih dulu unggul lewat gol Martin Zubimendi dan Mikel Oyarzabal, namun Portugal tak tinggal diam. Gol keras Mendes dari sisi kiri dan penyelesaian khas Ronaldo membuat laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Di momen-momen kritis, pelatih Roberto Martinez memainkan kartu jitu dengan memasukkan Rafael Leao, yang langsung menebar ancaman lewat kecepatan dan kekuatan fisiknya.
Meskipun Spanyol sempat menguasai akhir babak tambahan, Portugal tampil lebih tenang di babak adu penalti. Semua eksekutor mereka sukses menunaikan tugas, sementara Diogo Costa menjadi pahlawan dengan menggagalkan penalti Alvaro Morata.
Meski trio PSG seperti Achraf Hakimi, Donnarumma, dan Ousmane Dembele kerap masuk dalam percakapan Ballon d’Or, penampilan Mendes kali ini membuatnya layak diperhitungkan. Ia adalah bek modern ideal yang kukuh di belakang, eksplosif di depan, dan tak gentar menghadapi lawan sekelas Mohamed Salah, Bukayo Saka, hingga Yamal.
Dengan performa luar biasa ini dan gelar Nations League di tangan, Mendes tampaknya tak bisa lagi diabaikan. Ia bukan hanya bek kiri andalan Portugal, tapi juga salah satu pemain terbaik di Eropa saat ini.
Kemenangan ini juga menjadi catatan emosional bagi Cristiano Ronaldo. Di usia 40 tahun, ia mungkin telah memainkan salah satu turnamen besar terakhirnya bersama Portugal. Tangis bahagianya di lapangan setelah adu penalti menjadi gambaran sempurna dari dedikasi dan cinta sang legenda terhadap negaranya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
