
Hakim Ziyech. (Instagram @hziyech)
JawaPos.com – Hakim Ziyech resmi meninggalkan klub Al Duhail setelah hanya lima bulan menjalani kontrak. Saat ini, sejumlah klub di Qatar Stars League mulai melakukan perombakan skuad sebagai respons terhadap perubahan regulasi pemain asing.
Mengutip laman Morocco World News pada Sabtu (7/6), pemain Timnas Maroko ini bergabung dengan Al Duhail pada Januari lalu setelah semusim membela klub Turki, Galatasaray. Selama di Al Duhail, Ziyech tampil dalam 13 pertandingan dan mencetak satu gol serta satu assist.
Kabar perpisahan Ziyech dikonfirmasi oleh pihak klub melalui unggahan media sosial pada Sabtu. Dalam pernyataan singkat tersebut, Al Duhail menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kerja keras sang pemain selama membela tim.
Ziyech menjadi salah satu nama besar yang meninggalkan Qatar Stars League di akhir musim 2024-25. Al Duhail juga mengumumkan kepergian pelatih kepala Christophe Galtier dan striker andalan mereka, Michael Olunga.
Galtier pergi setelah musim yang berakhir tanpa satu pun gelar juara, sementara Olunga meninggalkan klub sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Al Duhail, dengan koleksi 123 gol.
Sementara itu, klub Qatar lainnya, Al Rayyan, juga mengonfirmasi perginya lima pemain asing. Di antaranya adalah Mahmoud Trezeguet dari Mesir yang kembali ke Al Ahly, serta tiga pemain asal Brasil — Thiago Mendes, Romarinho, dan Paulo Vitor — bersama penyerang Paraguay Adam Bareiro dan bek kanan asal Belanda, Joshua Brenet.
Langkah perombakan ini dilakukan menjelang diberlakukannya regulasi baru dari Asosiasi Sepak Bola Qatar, yang mengizinkan klub mendaftarkan hingga 10 pemain asing dalam skuad berjumlah 28 pemain.
Aturan baru ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing klub-klub Qatar di kompetisi Asia, khususnya mengingat dominasi dan daya tarik finansial klub-klub asal Arab Saudi yang gencar merekrut pemain bintang dunia.
Kini, dengan status sebagai agen bebas, Hakim Ziyech akan kembali mengevaluasi pilihannya demi menghidupkan kembali kariernya, yang sebelumnya telah membawanya bermain di Belanda, Inggris, Turki, dan Qatar. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
