
Ange Postecoglou. (Instagram/@spursofficial)
JawaPos.com – Pelatih Tottenham Hotspur Ange Postecoglou berani sombong ketika diwawancara Sky Sports. Jelang laga final Europa League akan berlangsung Kamis (22/5) dini hari di San Mames, Bilbao, Postecoglou menyebut musim kedua selalu spesial.
“Biasanya pada musim kedua saya, saya memenangkan piala," kata pria berusia 59 tahun itu kepada Sky Sports. “Tahun pertama adalah tentang membangun prinsip dan membangun pondasi. Tahun kedua biasanya memenangkan banyak hal,” jelas Postecoglou.
Sesumbar Postecoglou itu pantas ditunggu pada final Europa League Kamis (22/5) dini hari di San Mames, Bilbao. Sebab musim 2024-2025 adalah periode kedua Postecoglou di Spurs.
Nah, soal sukses di musim kedua Postecoglou tak asal bicara. Hal itu didasarkan pada perjalanan karirnya di klub-klub sebelumnya.
Sejak jadi pelatih, Postecoglou secara konsisten memenangkan trofi pada musim keduanya. Mulai di Brisbane Roar, Yokohama F. Marinos, Celtic dan timnas Australia.
Selain itu, pada ajang turnamen klub dan bukan timnas Postecoglou sudah pernah merasakan lima final. Yaitu final OFC Club Championship 2009, final J-League Cup 2018, final Scottish League Cup 2021-2022 dan 2022-2023, serta final Scottish FA Cup 2022-2023.
Dari lima final itu, hanya final J-League Cup 2018 di mana Postecoglou mengalami kekalahan. Postegoclou yang melatih Yokohama F.Marinos kala itu takluk 0-1 di tangan Shonan Bellmare. Artinya persentase menang di final Postecoglou itu mencapai 80 persen.
Nah, pelatih Manchester United Ruben Amorim juga punya rekam jejak melakoni lima final di klub sebelumnya. Final-final Amorim terjadi pada ajang Taca da Liga 2019-2020, 2020-2021, 2021-2022, dan 2022-2023. Serta partai puncak Taca de Portugal 2023-2024.
Dari lima pertandingan pemungkas di kompetisi itu, Amorim menelan kekalahan dua kali. Yaitu pada final Taca de Portugal 2023-2024 serta Taca da Liga 2022-2023. Alhasil, persentase kemenangan pelatih 40 tahun itu di laga final ada di angka 60 persen.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
