Carlo Ancelotti pasca kekalahan Real Madrid dari Arsenal, masa depannya sebagai pelatih kini terancam setelah gagal di Liga Champions. (ESPN)
JawaPos.com - Carlo Ancelotti mengakui masa depannya bersama Real Madrid bisa berakhir lebih cepat setelah timnya disingkirkan Arsenal dari Liga Champions. Sang juara bertahan harus angkat kaki di babak perempat final setelah kalah 1-2 di Bernabeu dan tersingkir dengan agregat 1-5.
Meski masih terikat kontrak hingga 2026, pelatih asal Italia itu bersikap realistis soal kemungkinan pergantian pelatih di musim panas ini.
"Bisa saja klub memutuskan untuk mengganti pelatih. Bisa tahun ini, atau saat kontrak saya habis tahun depan, saya tidak masalah," kata Ancelotti usai laga.
"Hari saya meninggalkan klub ini, saya hanya akan mengucapkan terima kasih. Entah itu besok, sepuluh hari lagi, sebulan atau setahun lagi," ucapnya.
Real Madrid musim ini sudah mencatatkan 12 kekalahan di semua ajang, jumlah yang jauh dari musim lalu di mana mereka hanya kalah dua kali sepanjang musim. Meski demikian, Los Blancos masih berada dalam perburuan gelar La Liga, Copa del Rey, dan Piala Dunia Antarklub yang akan digelar musim panas mendatang.
Namun, performa yang inkonsisten termasuk dua kekalahan menyakitkan dari Barcelona menjadikan posisi Ancelotti terus dipertanyakan. Nama-nama seperti Xabi Alonso (Bayer Leverkusen) dan Juergen Klopp (eks Liverpool) mulai dikaitkan sebagai calon pengganti.
"Saya tidak tahu apakah ini pertandingan Liga Champions terakhir saya bersama Madrid. Saya belum terpikir untuk mengundurkan diri. Yang jelas, kami pantas tersingkir, Arsenal tampil lebih baik dari kami," ujar Ancelotti.
Kiper utama Thibaut Courtois membela sang pelatih dan menegaskan bahwa para pemain tidak memiliki masalah dengan Ancelotti.
"Kadang kita harus bersikap kritis. Kami ini tim, tapi kadang terlalu banyak main sebagai individu. Vini atau Mbappe kadang dihadang dua pemain sekaligus. Bisa berhasil sekali, tapi tidak tiga, empat, lima kali," ujar Courtois kepada Movistar.
Courtois juga menyoroti absennya penyerang tengah alami, seperti Joselu yang musim lalu menjadi pahlawan di semifinal melawan Bayern Munich sebagai salah satu alasan tumpulnya serangan Madrid kali ini.
"Kami banyak kirim umpan silang, tapi tidak punya target man untuk duel udara seperti Joselu," ungkapnya.
Kekalahan dari Arsenal memang menyakitkan, tapi musim belum selesai bagi Madrid. Mereka akan menjamu Athletic Bilbao di La Liga akhir pekan ini, lalu menghadapi Getafe tengah pekan depan, sebelum laga besar El Clasico kontra Barcelona di final Copa del Rey pada (26/4).
Terlepas dari tekanan dan spekulasi yang berkembang, Ancelotti tetap tenang dan angkat topi untuk lawannya.
"Arsenal tampil luar biasa. Mereka bertahan sangat solid dan sulit ditembus. Kami lebih intens di babak kedua, tapi itu belum cukup. Penalti yang sempat diberikan lalu dibatalkan VAR mungkin bisa mengubah segalanya, tapi pada akhirnya mereka memang lebih baik," pungkasnya.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
