Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 April 2025 | 22.42 WIB

Mitos Kucing Hitam, Kutukan yang Menghantui Racing Club Selama 35 Tahun

Ilustrasi kucing hitam (Dok. Pixabay) - Image

Ilustrasi kucing hitam (Dok. Pixabay)

JawaPos.com–Sepak bola merupakan olahraga yang dimainkan dengan 11 melawan 11 pemain dalam satu lapangan. Permainan yang mengandalkan seluruh anggota tubuh kecuali lengan dan tangan ini sudah terkenal sebagai olahraga terpopuler di seluruh dunia.

Setiap peluang yang tercatat, jumlah operan, sampai seberapa dominan sebuah tim dalam menguasai bola terhitung dalam data statistika permainan. Sepak bola modern saat ini bahkan sudah menggunakan bantuan teknologi yakni kamera garis gawang dan VAR (Video Assistant Referee).

Namun bagaimana apabila di dalam sepak bola juga terdapat mitos-mitos kepercayaan lokal. Bagaimana apabila tren buruk suatu tim diakibatkan mitos tentang kutukan yang diberikan tim pesaingnya.

Terdengar tidak masuk akal, namun sebagian mempercayainya sebagai kejadian yang bersinggungan satu sama lain. Mitos dan kutukan yang diberikan bahkan sanggup membuat klub yang tadinya sangat berjaya seketika ambruk dan nyaris jatuh dalam kebangkrutan.

Seperti yang termuat dalam buku Soccer Greatest Legends and Lores karya Uli Hesse dan Paul Simpson. Mitos dan kutukan tentang 7 kucing hitam yang membuat klub asal Argentina Racing Club merana.

Cerita bermula pada November 1967 ketika Racing Club berhasil jadi juara Interkontinental Cup setelah berhasil menang atas klub asal Skotlandia Celtic FC di Montevideo, Uruguay. Seluruh suporter Racing Club bersuka cita atas kemenangan tersebut dan merayakannya ke seluruh kota.

Diam-diam, sekelompok oknum suporter Independiente, yang merupakan rival dari Racing Club, menyelinap masuk ke stadion milik Racing Club. Mereka mengubur 7 bangkai kucing hitam di satu tempat yang dirahasiakan di stadion tersebut. Tujuannya untuk menaruh kutukan kepada Racing Club sehingga Independiente berhasil mengungguli rivalnya tersebut. Percaya atau tidak, kutukan itu seolah-olah bekerja.

Sejak berhasil memenangkan Interkontinental Cup pada tahun itu, Racing Club selalu gagal merengkuh trofi dalam setiap kesempatan. Padahal sebelum 1967, Racing Club tercatat berhasil menjadi juara Liga Argentina sebanyak 15 kali.

Kutukan itu nampak bekerja dan sukses membuat Racing Club seolah tak berdaya. Disebutkan bahwa selama 35 tahun, Racing Club gagal memenangkan satu pun trofi atau penghargaan dari kompetisi domestik maupun internasional.

Sebaliknya, klub pesaingnya seperti Independiente malah berhasil jadi kampiun Copa Libertadores pada 1970. Alhasil, banyak suporter dari Racing Club mulai mengaitkan dengan mitos atau kutukan yang dikirim pihak lawan.

Sontak pihak klub dan suporter melakukan pencarian kepada 7 bangkai kucing hitam tersebut di sudut-sudut stadion. Hal ini dilakukan guna mengangkat kutukan yang mendera klub kecintaan mereka tersebut. Selain itu, mereka juga mengundang pemuka agama lokal untuk melakukan ritual pengusiran energi jahat.

Setelah berhasil mendapatkan 6 bangkai kucing tersebut, kutukan tersebut masih bekerja. Hingga pada 1998, Racing Club nyaris jatuh dalam kebangkrutan akibat masalah finansial yang mendera klub. Kutukan 7 kucing hitam itu dituduh jadi biang keladinya hingga 2001, pelatih Racing Club Reinaldo Merlo mengajukan pencarian lebih masif lagi untuk bangkai ketujuh kucing hitam yang belum ditemukan.

Pihak klub sampai harus membongkar lagi pondasi beton yang ada di sudut stadion dan berhasil menemukan bangkai terakhir tersebut.

Ajaibnya, setelah berhasil mengangkat kutukan tersebut, Racing Club berhasil menjadi juara Liga Argentina yang ke-16. Suporter kembali merayakan keberhasilan Racing Club dalam menjadi juara sekaligus mengangkat kutukan yang sempat menimpa selama puluhan tahun lamanya.

Kisah ini masih jadi cerita yang sulit untuk dicerna di masa sekarang. Namun kutukan dan mitos tentang kucing hitam nampaknya masih dipercaya sebagai simbol pengaruh buruk dan energi jahat dari kekuatan tak kasat mata.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore