
Ruben Amorim terlihat frustrasi usai kekalahan Manchester United dari Fulham di Piala FA. (Mirror/PA)
JawaPos.com- Manchester United harus menerima kenyataan pahit setelah tersingkir dari Piala FA usai dikalahkan Fulham di Old Trafford, Minggu (3/3). Kekalahan ini semakin menambah derita bagi manajer Ruben Amorim, yang tengah berusaha membangun kembali performa timnya. Kini, satu-satunya harapan trofi bagi United tersisa di ajang Liga Europa.
Setelah tersingkir dari Piala FA, pernyataan Ruben Amorim yang menegaskan ambisinya untuk membawa United juara Premier League justru memicu kontroversi. Legenda klub, Wayne Rooney, menyebut pelatih berusia 39 tahun itu naif karena menargetkan sesuatu yang jauh dari realitas saat ini.
Tak tinggal diam, Amorim membalas kritik tersebut dengan menyindir peran Rooney sebagai pundit.
"Saya tahu saat ini semua orang merasa tahu segalanya.Tujuan kami adalah memenangkan Premier League. Mungkin itu tidak terjadi dengan saya sebagai pelatih, tetapi itu adalah target klub dan dewan direksi, seperti yang pernah kami raih di masa lalu. Saya tidak naif, itulah alasan saya berada di sini, melatih Manchester United pada usia 40 tahun," ujar Amorim dengan nada tegas.
Di laga melawan Fulham, Alejandro Garnacho tidak dimainkan sejak menit awal. Amorim mengungkapkan bahwa keputusan itu murni karena kondisi kebugaran sang pemain, bukan karena insiden sebelumnya saat Garnacho kesal setelah digantikan dalam kemenangan atas Ipswich.
"Garnacho mengalami sedikit masalah di laga sebelumnya, jadi kami memilih menggunakan Eriksen yang lebih bugar. Garnacho ada di bangku cadangan jika kami membutuhkannya, karena ini laga penentuan," jelas Amorim.
Pelatih asal Portugal itu juga menegaskan bahwa keputusannya berdasarkan kebutuhan taktis tim di lapangan.
"Kami juga mencoba memanfaatkan karakteristik Chris yang berbeda dari Garnacho. Pergantian sebelumnya sudah jelas, dia (Garnacho) membayar makan malam tim sebagai konsekuensinya, dan sekarang dia siap. Dia bekerja sangat keras, jadi saya berharap dia tetap bisa memberi dampak saat dibutuhkan," ungkapnya.
Setelah rentetan hasil buruk, Amorim mulai menunjukkan sikap tegas terhadap para pemainnya. Sang manajer memperingatkan bahwa siapa pun yang dianggap tidak berkontribusi maksimal akan didepak pada musim panas mendatang.
"Semua orang di dunia sepak bola tahu bahwa kadang Anda bertahan, kadang Anda harus pergi. Saya selalu berusaha bersikap jujur kepada pemain saya. Mungkin awalnya sulit diterima, tetapi pada akhirnya mereka akan mengerti," pungkasnya.
Dengan United yang kini hanya bisa berharap pada Liga Europa, Amorim dan timnya harus segera bangkit untuk menghindari musim tanpa trofi. Bisakah sang manajer membawa perubahan di sisa musim ini?
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
