Randal Kolo Muani (kiri) mencetak gol buat Juventus pada laga perdananya. (AFP)
JawaPos.com- Juventus sukses meraih kemenangan 2-1 atas Como dalam laga yang berlangsung malam ini, mencatatkan dua kemenangan beruntun untuk pertama kalinya sejak November.
Laga dimulai dengan tempo yang cukup seimbang, dengan kedua tim bermain hati-hati. Peluang pertama baru tercipta setelah menit ke-10, ketika Nico Paz memaksa kiper Michele Di Gregorio melakukan penyelamatan gemilang. Juventus hampir menutup babak pertama dengan keunggulan, namun Assane Diao mencetak gol penyama kedudukan untuk tuan rumah di masa tambahan waktu.
Gol tersebut menjadi pukulan bagi Juventus, tetapi Como menunjukkan permainan yang solid sepanjang pertandingan dan terus mengincar gol tambahan. Tim tuan rumah tampil lebih mengancam dengan Lucas Da Cunha yang kembali menguji ketangguhan Di Gregorio. Meski memiliki beberapa peluang, Como gagal memanfaatkannya. Sebaliknya, saat kesempatan datang kepada Randal Kolo Muani, striker asal Prancis itu tak menyia-nyiakannya dan berhasil membuka keunggulan bagi Juve.
Juventus melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menambah daya gedor, tetapi Como terus memberikan perlawanan sengit. Tuan rumah beberapa kali menciptakan momen berbahaya, namun Juventus tetap tampil lebih tajam. Usaha keras mereka akhirnya membuahkan hasil setelah wasit menghadiahkan penalti di menit-menit akhir pertandingan.
Muani yang menjadi eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna, mencetak gol keduanya di laga ini. Dengan tambahan lima gol dalam tiga pertandingan terakhir, Muani menjadi pahlawan kemenangan Juventus sekaligus memastikan tiga poin penuh bagi timnya.
Kemenangan ini membawa tim berjuluk Si Nyonya Tua ini naik ke peringkat keempat klasemen dengan koleksi 43 poin. Sementara itu, Como masih tertahan di posisi ke-15 dengan 22 poin. Pelatih Juventus, Thiago Motta, mengaku puas dengan hasil ini dan memuji permainan anak asuhnya.
"Aku merasakan sensasi yang bagus. Bermain melawan Como di kandang mereka tidaklah mudah, bahkan bagi siapa pun. Mereka memainkan sepak bola yang sangat bagus dan bisa menimbulkan berbagai masalah bagi lawan jika tidak waspada, karena mereka menyerang dengan berbagai cara," ujar Motta.
Motta juga menyoroti dampak positif para pemain pengganti seperti Samuel Mbangula, Francisco Conceicao, dan Khephren Thuram yang mampu meningkatkan intensitas permainan saat diturunkan. Satu-satunya kelemahan yang disoroti Motta adalah bagaimana timnya lengah dalam menghadapi serangan balik, terutama saat Como mencetak gol penyama kedudukan.
"Untung, para pemain mempunyai sikap yang tepat di ruang ganti saat jeda. Mereka mampu menghadapi situasi sulit dan saya melihat reaksi yang kuat dari mereka," tambahnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
