
Ilustrasi kapal induk. Indonesia akan memiliki kapal induk pertama, hibah dari pemerintah Italia. (dok. JawaPos.com)
JawaPos.com - Rencana akuisisi kapal induk milik Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, oleh Pemerintah Indonesia memicu pro dan kontra. Meski banyak yang mendukung, tidak sedikit yang mempertanyakan keputusan tersebut. Termasuk soal proses refurbishment agar kapal tersebut benar-benar siap operasi saat diserahkan kepada TNI AL.
Menurut pengamat militer Gerry Soejatman, rencana akuisisi kapal induk tersebut perlu dilihat lebih dalam. Diantaranya terkait dengan kategori kapal induk di dunia. Dia menyebut, saat ini ada kapal induk yang memang disiapkan sebagai kekuatan utama dengan kemampuan mumpuni untuk melaksanakan operasi dari atas kapal. Ada pula kapal induk light aircraft carrier, dan helicopter carrier seperti Garibaldi.
”Kita harus hati-hati memahami ini, sehingga kita tahu kapal induk yang ada bisa dimanfaatkan untuk tujuan operasi yang tepat seperti apa,” ucap Gerry dikutip dari tayangan siniar dari akun YouTube Marapi Consulting & Advisory pada Rabu (10/6).
Sebagai kapal induk ringan, Garibaldi tidak dirancang untuk menggelar operasi skala besar seperti kebanyakan kapal induk milik AS. Kapal yang rencananya tiba di Indonesia akhir tahun nanti hanya disiapkan untuk beroperasi di perairan dalam Indonesia. Untuk itu, Gerry, tidak sepakat bila kapal induk tersebut ditujukan untuk mengarahkan TNI AL menjadi blue water navy.
”Kapal ITS Giuseppe Garibaldi didesain sesuai doktrin militer Italia untuk bisa melakukan operasi cepat di perairan mereka, yang karakternya tidak berbeda jauh dengan perairan Indonesia. Kita bisa menggunakan kesamaan itu sebagai dasar untuk menentukan tujuan penggunaan kapal tersebut,” jelasnya.
Menurut Gerry, gagasan blue water navy juga harus disesuaikan dengan kebijakan luar negeri Indonesia. Menurut dia, sejauh ini kepentingan Indonesia di luar negeri adalah mengamankan jalur pelayaran, khususnya untuk kapal-kapal minyak. Kebutuhan lainnya adalah memastikan TNI AL punya kemampuan untuk bertempur di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
”Kapal ini juga bisa digunakan untuk misalnya evakuasi WNI di negara-negara krisis (diplomatic mission) karena mampu bergerak cepat. Namun semua kembali pada doktrin pertahanan kita, akan seberapa jauh melakukan gelar kapal tersebut,” ujarnya.
Karena itu, Gerry menyatakan bahwa anggaran hingga Rp 7,2-7,5 triliun yang kabarnya disiapkan pemerintah untuk refurbishment kapal induk berusia 43 tahun itu sangat wajar. Misalnya untuk memastikan Garibaldi bisa berfungsi sebagai kapal pengangkut helikopter. Dia yakin masih bisa dilakukan penyesuaian, karena sejak awal diluncurkan perkembangan ukuran helikopter tidak banyak berubah.
Dalam siniar yang sama, Alman Hevas Ali sebagai konsultan Marapi Consulting & Advisory menyampaikan bahwa dengan alokasi anggaran tersebut, refurbishment menjadi penting. Apalagi bila melihat perawatan terakhir Garibaldi oleh Angkatan Laut Italia dilakukan pada 2014 lalu. Dengan anggaran yang dimaksimalkan, dia percaya kapal tersebut masih bisa beroperasi sampai 2040.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022